IHSG Jumat Pagi Bertengger di Level 6.085, Sentimen Pasar Jadi Sorotan

IHSG Jumat Pagi Bertengger di Level 6.085, Sentimen Pasar Jadi Sorotan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal perdagangan Jumat (17/7/2026). Setelah dibuka di level 6.112,842, IHSG sempat menguat sebelum akhirnya berbalik melemah.

Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG turun 22,784 poin atau 0,37 persen ke posisi 6.085,424.

Tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar. Sebanyak 276 saham tercatat mengalami pelemahan, sementara 210 saham menguat dan 219 saham lainnya bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan juga terbilang cukup ramai. Hingga pukul 09.20 WIB, nilai transaksi mencapai Rp2,170 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 4,482 miliar saham.

IHSG Berpotensi Terkoreksi

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan hari ini.

Menurutnya, level support IHSG berada di kisaran 6.050-6.070, sedangkan level resistance diproyeksikan berada pada rentang 6.130-6.150.

Sentimen eksternal masih menjadi perhatian pelaku pasar, terutama setelah bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Kamis (16/7/2026).

Indeks S&P 500 turun 0,51 persen, Nasdaq Composite terkoreksi 1,47 persen, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 0,20 persen. Pelemahan dipicu aksi jual besar-besaran pada saham-saham sektor teknologi yang menutupi optimisme dari musim laporan keuangan emiten.

Bursa Asia Bergerak Variatif

Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham berlangsung bervariasi. Tekanan terbesar datang dari pasar Korea Selatan setelah aksi jual pada saham-saham semikonduktor memicu penurunan tajam indeks Kospi.

Indeks MSCI Emerging Markets Asia turun 1,4 persen, dipengaruhi oleh anjloknya pasar saham Korea Selatan. Indeks Kospi ditutup merosot 6,4 persen, dengan saham SK Hynix turun 11,5 persen dan Samsung Electronics melemah 8,8 persen.

Sementara itu, pasar saham Taiwan bergerak relatif stabil. Meski sempat turun hingga 1,5 persen, saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) justru menguat 1,2 persen sebelum perusahaan melaporkan lonjakan laba bersih kuartal II sebesar 77 persen secara tahunan (year on year/yoy), melampaui ekspektasi pasar.

Di sisi lain, IHSG pada perdagangan Kamis (16/7/2026) berhasil ditutup menguat 1,1 persen dengan dukungan aksi beli bersih (net buy) investor asing senilai Rp283 miliar.

Saham-saham yang paling banyak diborong investor asing pada perdagangan sebelumnya antara lain BBCA, BMRI, ANTM, AMMN, dan TPIA.