Presiden Prabowo dan Presiden Belarus Bahas Peluang Kerja Sama Strategis

Presiden Prabowo dan Presiden Belarus Bahas Peluang Kerja Sama Strategis

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan balasan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo ke Belarus pada Juli 2025 sekaligus memperkuat komitmen kedua negara dalam meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis.

Presiden Lukashenko tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 11.25 WIB dan langsung disambut oleh Presiden Prabowo Subianto. Prosesi penyambutan berlangsung meriah dengan penampilan berbagai tarian nusantara, yang kemudian dilanjutkan dengan upacara penyambutan kenegaraan.

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari lawatan Presiden Prabowo ke Belarus pada 15 Juli 2025. Pertemuan sebelumnya menghasilkan komitmen untuk memperluas kerja sama bilateral antara Indonesia dan Belarus.

Menurut Sugiono, pertemuan kedua kepala negara diharapkan menjadi momentum pembuka babak baru hubungan Indonesia dan Belarus yang lebih erat dan intensif. Kedua negara dinilai memiliki banyak potensi kerja sama yang dapat dikembangkan di berbagai bidang strategis.

Dalam agenda tersebut, pemerintah juga meluncurkan roadmap hubungan bilateral Indonesia dan Belarus yang mencakup berbagai sektor kerja sama. Dokumen tersebut diharapkan menjadi panduan dalam memperkuat kolaborasi kedua negara pada masa mendatang.

Sugiono mengatakan penguatan hubungan bilateral juga didukung oleh telah ditandatanganinya perjanjian Indonesia-Eurasia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), dengan Belarus menjadi salah satu negara yang telah meratifikasi perjanjian tersebut. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa fokus utama kerja sama dengan Belarus sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo, khususnya di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi. Salah satu bentuk kolaborasi yang akan diperkuat adalah kerja sama sektor pertanian, termasuk penyediaan bahan baku pupuk dari Belarus guna mendukung produktivitas pertanian nasional.

Selain itu, kedua negara juga akan menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor strategis guna memperkuat hubungan ekonomi dan mendukung kebutuhan sumber daya penting bagi masing-masing negara.

Kunjungan Presiden Alexandr Lukashenko kali ini merupakan kunjungan keduanya ke Indonesia setelah lawatan pertama pada 2013. Pemerintah Indonesia berharap kunjungan kenegaraan tersebut semakin mempererat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang baru dalam peningkatan perdagangan, investasi, serta kerja sama strategis antara Indonesia dan Belarus.