Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan penemuan cadangan minyak dan gas bumi (migas) berskala besar di Kalimantan Timur yang diproyeksikan menjadi penopang utama target swasembada energi nasional pada 2030.
Menurut Bahlil, temuan tersebut tergolong sangat besar atau kategori giant dan berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi energi nasional.
Potensi Produksi Migas Mulai 2028
Bahlil menjelaskan bahwa produksi kondensat dari temuan tersebut diperkirakan mulai berjalan pada 2028 dengan kapasitas sekitar 90.000 barel. Angka ini diproyeksikan meningkat menjadi 150.000 barel pada periode 2029 hingga 2030.
Lokasi cadangan migas ini berada sekitar 12 mil dari daratan Kalimantan Timur, yang dinilai strategis untuk pengembangan produksi energi ke depan.
Dua Blok Migas Jadi Sumber Temuan
Penemuan cadangan migas tersebut berasal dari dua wilayah kerja utama, yakni Blok Geliga dan Blok Gula. Sebelumnya, pemerintah telah lebih dulu menemukan potensi besar di Blok Gula.
Blok Gula diperkirakan mengandung sekitar 2 triliun cubic feet gas serta 75 juta barel kondensat ekuivalen, yang menjadi tambahan penting bagi cadangan energi nasional.
Strategi Tekan Impor Energi
Bahlil menegaskan bahwa temuan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan ketergantungan terhadap impor minyak mentah serta memenuhi kebutuhan gas domestik, terutama untuk sektor industri hilirisasi dan petrokimia.
Selain itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kini menerapkan strategi yang lebih agresif dalam eksplorasi migas guna menemukan potensi cadangan baru di berbagai wilayah Indonesia.
Target Lifting Minyak 2030
Pemerintah menargetkan lifting minyak nasional mencapai 900 ribu hingga 1 juta barel per hari pada 2030. Untuk mencapai target tersebut, berbagai langkah strategis terus dilakukan, termasuk percepatan eksplorasi dan optimalisasi produksi dari blok-blok migas potensial.
Dengan adanya penemuan cadangan migas besar di Kalimantan Timur ini, pemerintah optimistis target swasembada energi nasional dapat tercapai sesuai rencana.
