Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, sempat dibuka menguat di zona hijau. Namun, pergerakan indeks berbalik melemah pada sesi perdagangan pagi.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG turun sebesar 72,756 poin atau melemah 1,15 persen ke level 6.245,743. Sebelumnya, IHSG dibuka di level 6.366,485.
Sepanjang perdagangan pagi, IHSG bergerak di rentang level tertinggi 6.378 dan terendah 6.240.
Tekanan di pasar saham terlihat dari dominasi saham yang mengalami pelemahan. Sebanyak 353 saham tercatat melemah, sementara 207 saham menguat dan 152 saham stagnan.
Nilai transaksi perdagangan pagi ini mencapai Rp3,431 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 5,343 miliar saham. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.807,684 triliun.
Riset harian dari Korea Investment and Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat lebih dari satu persen setelah laporan kinerja keuangan NVIDIA melampaui ekspektasi analis.
Indeks Dow Jones tercatat menguat 1,31 persen, S&P 500 naik 1,08 persen, dan Nasdaq menguat 1,55 persen.
Sementara itu, pada perdagangan sebelumnya, Rabu, 20 Mei 2026, IHSG ditutup melemah 0,82 persen setelah Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Meski demikian, nilai tukar rupiah tercatat menguat 0,64 persen terhadap dolar Amerika Serikat.
Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Ahmad Faris Mu’tashim, memperkirakan IHSG masih bergerak dalam rentang terbatas.
“IHSG berpotensi masih bergerak dalam rentang 6300-6450 untuk melakukan penyesuaian pasca penunjukan Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai BUMN surveyor untuk kebijakan ekspor satu pintu,” ujar Faris dalam risetnya.
