Harga Bitcoin Melejit 43 Persen di Kuartal III, Ini Faktor Pendorong Utama Peningkatannya

Harga Bitcoin Melejit 43 Persen di Kuartal III, Ini Faktor Pendorong Utama Peningkatannya

Harga Bitcoin (BTC) bergerak menguat tipis pada perdagangan Rabu (30/9/2026) waktu setempat. Meski sempat tertekan pada awal pekan, aset kripto terbesar di dunia ini berhasil membukukan kinerja kuartalan yang terbilang cemerlang sepanjang kuartal III-2026.

Mengutip data Investing.com pada Kamis, 1 Oktober 2026, Bitcoin naik 0,3 persen ke posisi USD83.709,5. Secara kumulatif, harga bitcoin kuartal iii 2026 mencatatkan lonjakan tajam hingga hampir 43 persen dalam periode tiga bulan yang berakhir pada 30 September, menjadi performa kuartalan terbaiknya sejak kuartal IV-2024.

Pendorong Utama: Regulasi AS dan Akumulasi Korporasi

Penguatan masif Bitcoin sepanjang kuartal III terutama ditopang oleh tingginya optimisme pasar terhadap kejelasan regulasi kripto di Amerika Serikat (AS). Sikap Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) yang dinilai makin adaptif memberi sentimen positif, terlepas dari belum disahkannya Undang-Undang Clarity.

Selain itu, tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dan kecemasan terhadap kondisi fiskal Negeri Paman Sam turut mendorong arus modal investor ke aset-aset alternatif seperti emas dan Bitcoin.

Faktor pendukung lainnya datang dari aksi akumulasi agresif yang konsisten dilakukan oleh Strategy, salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia, yang terus menambah portofolionya sepanjang kuartal ketiga.

Menimbang Tekanan Yield US Treasury dan Suku Bunga The Fed

Di sisi lain, pergerakan naik Bitcoin sempat tertahan dari level tertinggi delapan bulan yang diraih awal September akibat kenaikan yield obligasi AS dan kebijakan pengetatan moneter The Federal Reserve (The Fed). Yield Treasury bertenor 10 tahun terpantau masih bertahan di atas level 5,2 persen, mendekati posisi tertinggi dalam 19 tahun terakhir.

Namun, rilis serangkaian data ekonomi AS terbaru pada Rabu memberikan angin segar bagi pasar:

  • Inflasi Agustus Membaik: Indikator inflasi acuan The Fed tumbuh lebih rendah dari perkiraan.
  • Pertumbuhan PDB Ditinjau Naik: Bureau of Economic Analysis (BEA) merevisi pertumbuhan PDB riil kuartal II-2026 menjadi 2,2 persen dari estimasi sebelumnya 1,5 persen.
  • Pasar Tenaga Kerja Solid: Laporan tenaga kerja swasta ADP mencatat penambahan 90 ribu lapangan kerja pada September.

Kombinasi meredanya inflasi dan kuatnya ekonomi membuat spekulasi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pada pertemuan Oktober menyusut. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga melandai ke kisaran 37 persen dari sebelumnya 51 persen.

Kinerja Altcoin: Chainlink dan Ethereum Melesat

Di saat Bitcoin menguat 43 persen, sejumlah aset kripto alternatif (altcoin) justru mencatatkan reli yang jauh lebih tinggi sepanjang kuartal III-2026:

  • Chainlink (LINK): Menjadi aset dengan kinerja terbaik, melonjak hampir 100 persen dipicu spekulasi regulasi pendukung DeFi (Decentralized Finance).
  • Ethereum (ETH) & Cardano (ADA): Sama-sama mengemas kenaikan sekitar 70 persen sepanjang kuartal III, dengan Ethereum berada di level USD2.683,24.
  • XRP & BNB: Masing-masing mencatatkan kenaikan kuartalan sebesar 44,2 persen dan 39 persen.
  • Dogecoin (DOGE): Menguat tipis pada perdagangan Rabu dan membukukan kenaikan kuartalan sekitar 30 persen.

Meski kuartal III ditutup menguat, secara keseluruhan sepanjang tahun berjalan (year-to-date 2026) sebagian besar aset kripto masih berada dalam tren koreksi akibat pergeseran minat investor ke sektor teknologi Kecerdasan Buatan (AI) serta tingginya dinamika geopolitik AS-Iran.