Brent crude oil Menguat 0,7 Persen di Perdagangan Terbaru

Brent crude oil Menguat 0,7 Persen di Perdagangan Terbaru

Harga minyak dunia tercatat bergerak variatif pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap lanjutan perundingan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meski demikian, harga minyak masih berada dalam tren kenaikan mingguan yang kuat akibat gangguan pasokan global dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Harga minyak Brent berjangka sebagai acuan internasional naik 0,7 persen ke level 105,81 dolar AS per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) justru mengalami penurunan 1 persen menjadi 94,85 dolar AS per barel.

Pergerakan harga ini dipengaruhi sentimen pasar yang merespons rencana pertemuan lanjutan antara AS dan Iran di Pakistan. Pembicaraan tersebut diharapkan dapat membuka jalan menuju kesepakatan damai yang berpotensi meredakan ketegangan di kawasan.

Namun demikian, ketidakpastian masih tinggi akibat kondisi geopolitik yang belum stabil, terutama terkait penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia. Gangguan di wilayah tersebut berdampak signifikan terhadap pasokan energi global dan mendorong kekhawatiran pasar.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa produksi dan distribusi minyak dari kawasan Teluk mengalami penurunan signifikan akibat ketegangan yang terus berlangsung. Kondisi ini membuat harga minyak tetap bertahan di level tinggi meskipun terdapat harapan perbaikan diplomatik.

Analis pasar menilai bahwa pemulihan pasokan energi global akan membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan, bahkan jika jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka. Hal ini disebabkan oleh terganggunya rantai logistik dan distribusi energi internasional.

Sementara itu, negara-negara produsen utama di Timur Tengah mulai mempertimbangkan jalur alternatif pengiriman minyak guna mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas ekspor energi di tengah ketegangan yang masih berlangsung.

Dengan kondisi tersebut, harga minyak dunia diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat, dipengaruhi dinamika geopolitik dan perkembangan perundingan antara AS dan Iran.