Ketegangan AS-Iran Dorong Kenaikan Harga Emas Dunia

Ketegangan AS-Iran Dorong Kenaikan Harga Emas Dunia

Harga emas dunia mencatatkan kenaikan tipis pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), didukung oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya optimisme terhadap kelanjutan perundingan damai antara AS dan Iran. Meski demikian, logam mulia tersebut masih berada dalam tren penurunan secara mingguan.

Mengacu pada perdagangan global, harga emas spot naik 0,3 persen menjadi 4.710,57 dolar AS per ons. Sementara itu, harga emas berjangka juga meningkat tipis ke level 4.725,40 dolar AS per ons.

Penguatan harga emas dipicu oleh melemahnya dolar AS yang mendorong investor beralih dari aset safe haven ke instrumen berisiko seperti saham. Kondisi ini meningkatkan daya tarik emas bagi investor asing karena harga menjadi relatif lebih murah dalam denominasi mata uang lainnya.

Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh sinyal positif dari upaya diplomasi antara AS dan Iran yang berencana melanjutkan pembicaraan damai. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan kunjungan ke sejumlah negara, termasuk Pakistan, Oman, dan Rusia, dalam rangka memperkuat koordinasi regional.

Dari pihak AS, Gedung Putih mengonfirmasi pengiriman utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff bersama Jared Kushner untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran di Pakistan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membuka peluang kesepakatan damai di tengah ketegangan geopolitik.

Namun demikian, secara mingguan harga emas mengalami tekanan. Harga emas spot tercatat turun sekitar 2,5 persen, sementara emas berjangka melemah hingga 3,2 persen. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia yang meningkatkan kekhawatiran inflasi global.

Kenaikan harga energi, terutama akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah dan gangguan distribusi di Selat Hormuz, memicu spekulasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut cenderung menekan kinerja emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Analis pasar menilai ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi membuat prospek emas tetap fluktuatif. Di satu sisi, emas mendapat dukungan dari pelemahan dolar dan risiko global, namun di sisi lain tekanan inflasi dan kebijakan suku bunga menjadi faktor penahan kenaikan.

Ke depan, pergerakan harga emas dunia diperkirakan akan sangat bergantung pada perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah serta arah kebijakan moneter global.