Wamendiktisaintek: Penelitian Kampus Harus Beri Solusi bagi Persoalan Masyarakat

Wamendiktisaintek: Penelitian Kampus Harus Beri Solusi bagi Persoalan Masyarakat

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendorong perguruan tinggi agar mengembangkan riset yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat membuka Living Lab Summit 2026 di Universitas Brawijaya, Malang, dengan tema “Meretas Masa Depan: Arah Baru Sains dan Teknologi Berbasis Dampak Sosial”. Fauzan menilai kampus perlu mengawali penelitian dengan memetakan persoalan masyarakat, menentukan lokasi penerapan, serta mengembangkan solusi sesuai kebutuhan dan karakteristik daerah. Sejumlah persoalan seperti sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan air menjadi contoh permasalahan yang membutuhkan keterlibatan perguruan tinggi.

Fauzan juga menyebut pendekatan Living Lab dapat mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat dengan melibatkan warga dalam proses penelitian serta pengembangan solusi. Berdasarkan laporan LPDP, pendanaan riset sejak 2021 hingga 2026 telah mencapai lebih dari Rp2,5 triliun untuk mendukung lebih dari 4.800 kegiatan penelitian. Sementara itu, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha dalam membangun ekosistem inovasi agar manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dirasakan lebih luas.