Emas Dunia Bangkit Mendekati USD3.900 di Tengah Ketidakpastian Pasar

Emas Dunia Bangkit Mendekati USD3.900 di Tengah Ketidakpastian Pasar

Harga emas dunia menguat pada perdagangan Senin (2/11/2026), setelah penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi dan investor kembali memburu logam mulia saat harganya turun. Mengutip Investing, harga emas spot naik 0,6 persen menjadi USD3.900,05 per ons, sedangkan emas berjangka AS menguat 0,2 persen menjadi USD3.908,30 per ons. Kenaikan ini terjadi setelah harga emas sempat anjlok 3,7 persen pada sesi sebelumnya. Penurunan tersebut membawa emas ke level terendah dalam satu tahun sekaligus mencatatkan kinerja bulanan terburuk sejak 2008. Sementara itu, harga perak naik 1,4 persen menjadi USD49,83 per ons, sedangkan platinum dan paladium spot masing-masing melemah 3,4 persen dan 2,6 persen.

Meski mulai pulih, prospek harga emas masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan tekanan di pasar saham global. Harapan penyelesaian konflik AS-Iran melalui jalur diplomasi turut meredakan kekhawatiran terhadap inflasi setelah harga minyak turun selama dua sesi berturut-turut. Namun, ancaman eskalasi militer masih membayangi kawasan Timur Tengah. Di sisi lain, aksi jual saham teknologi akibat kekhawatiran terhadap investasi kecerdasan buatan (AI) mendorong sebagian investor melepas kepemilikan emas untuk menutup kerugian di aset lain. Kondisi tersebut berpotensi memicu volatilitas lebih lanjut dan membatasi pemulihan harga emas.