Sebuah usaha kuliner unik hadir dari Rawamangun, Jakarta Timur. Puding nasi susu menjadi pilihan camilan manis yang ditujukan untuk disantap pada siang hari.
Pemilik usaha tersebut adalah Budi, yang memulai bisnisnya pada 2024. Ia mengungkapkan ide usaha ini muncul saat masa kontrak kerja lamanya hampir berakhir, sehingga mendorongnya mencari peluang baru di bidang kuliner.
Budi mengawali usahanya dengan modal sekitar tujuh juta rupiah. Modal tersebut berasal dari investor yang tertarik setelah membaca proposal usaha yang diajukannya.
“Kami mulai dari satu outlet di Rawamangun,” kata Budi dalam program Geliat UMKM Nusantara Pro 3 RRI, Sabtu, 31 Januari 2026. Dari outlet awal tersebut, konsep usaha terus dimatangkan secara bertahap.
Inspirasi usaha ini berasal dari kuliner pudding caramel yang populer di kawasan Barito. Budi kemudian berinovasi dengan mengombinasikannya dengan nasi susu bercita rasa Timur Tengah.
“Untuk nasi susu, kita kombinasikan dengan makanan dari Timur Tengah. Dari beras yang dimasak dengan susu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, produk utama yang ditawarkan hanya dua jenis, yakni puding karamel dan nasi susu. Harga satu cup puding dibanderol mulai dari sepuluh ribu rupiah.
“Kalau mau tambah topping, sekitar 13 dan 15 ribu. Toppingnya ada biskuit dan es krim,” kata Budi.
Seiring perkembangan usaha, sistem penjualan tidak hanya dilakukan melalui outlet tetap, tetapi juga dengan cara berkeliling menggunakan sepeda listrik. Saat ini terdapat sekitar 20 gerobak yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta, seperti Salemba, Matraman, Bendungan Hilir, hingga Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan.
“Setiap gerobak membawa 60 hingga 100 cup per hari. Jam operasional dimulai pukul 11.00 siang sampai 18.00 sore,” ucapnya.
Budi menambahkan, usaha tersebut dijalankan secara mandiri tanpa bantuan pemerintah. Menurutnya, kunci utama keberlangsungan usaha adalah konsistensi produksi, kesiapan stok, serta keberanian untuk mencoba dan membaca pasar.
Dikutip dari RRI.co.id
