Harga emas dunia berpotensi mengalami penguatan pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, setelah mengalami tekanan jual cukup besar dalam beberapa sesi terakhir. Meski tren utama masih cenderung bearish, sejumlah indikator teknikal mulai menunjukkan peluang rebound atau koreksi naik dalam jangka pendek.
Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 mulai memperlihatkan tanda-tanda pemulihan setelah sebelumnya mengalami penurunan yang cukup agresif. Saat ini, harga emas dinilai sedang membentuk secondary trend bullish atau tren naik sementara di tengah dominasi tren turun yang masih berlangsung.
Menurut Geraldo, tekanan jual yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah membawa harga emas ke area yang dinilai menarik bagi sebagian pelaku pasar untuk kembali melakukan pembelian. Kondisi tersebut mendorong munculnya minat beli baru yang berpotensi menopang pergerakan harga dalam jangka pendek.
“Tekanan jual yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah membawa harga emas ke area yang dinilai cukup menarik bagi sebagian pelaku pasar untuk kembali melakukan pembelian. Kondisi tersebut mendorong munculnya minat beli baru yang berpotensi menopang pergerakan harga dalam jangka pendek,” ujar Geraldo dalam analisis hariannya.
Secara teknikal, peluang kenaikan masih terbuka selama harga mampu bertahan di atas area support terdekat. Jika level tersebut tetap terjaga, maka harga emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance pertama di level USD4.353. Apabila momentum beli terus meningkat, target kenaikan berikutnya berada di area USD4.381.
Sinyal positif juga terlihat dari indikator stochastic yang masih bergerak naik menuju area overbought atau jenuh beli. Pergerakan tersebut mengindikasikan bahwa momentum beli masih cukup kuat dan minat investor terhadap emas mulai kembali meningkat setelah tekanan jual sebelumnya mereda.
Keselarasan antara pergerakan harga dan indikator stochastic menjadi salah satu faktor yang memperkuat peluang penguatan dalam jangka pendek. Selama indikator tersebut belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah, peluang kenaikan harga masih dinilai cukup besar.
Meski demikian, analis mengingatkan bahwa penguatan yang terjadi saat ini masih tergolong sebagai fase koreksi atau rebound. Oleh karena itu, pasar masih perlu menunggu konfirmasi lebih lanjut, terutama kemampuan harga untuk menembus area resistance penting guna mengubah arah tren secara lebih signifikan.
“Jika gagal menembus resistance, bukan tidak mungkin tekanan jual kembali muncul dan membawa harga bergerak turun,” kata Geraldo.
Minat Beli di Harga Rendah Dukung Penguatan Emas
Dari sisi fundamental, peluang rebound harga emas juga didukung oleh perubahan sentimen pasar setelah penurunan tajam yang terjadi sebelumnya. Dalam kondisi seperti ini, sebagian investor biasanya memanfaatkan harga yang lebih rendah untuk melakukan akumulasi atau menerapkan strategi buy on weakness.
Strategi tersebut lazim dilakukan ketika pasar menilai penurunan harga sudah terlalu dalam dan terdapat peluang pemulihan dalam jangka pendek. Akibatnya, permintaan terhadap emas meningkat dan membantu mendorong harga bergerak lebih tinggi.
Selain itu, pergerakan dolar Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury Yield juga menjadi faktor penting yang perlu dicermati. Jika dolar AS mulai melemah akibat aksi ambil untung setelah penguatan sebelumnya, maka harga emas berpotensi memperoleh dukungan tambahan.
Hal serupa berlaku pada pergerakan yield obligasi AS. Ketika yield mengalami penurunan, daya tarik emas sebagai instrumen investasi cenderung meningkat karena biaya peluang untuk memegang aset logam mulia menjadi lebih rendah.
Di sisi lain, ketidakpastian ekonomi global maupun perkembangan geopolitik juga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven. Dalam situasi pasar yang penuh gejolak, emas kerap menjadi pilihan investor untuk menjaga nilai aset dan mengurangi risiko investasi.
Kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat prospek jangka pendek harga emas terlihat lebih konstruktif dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Meskipun tren utama masih belum sepenuhnya berubah, peluang pemulihan harga dalam waktu dekat dinilai cukup terbuka.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai harga emas masih memiliki ruang untuk melanjutkan koreksi naik selama mampu bertahan di atas area support yang ada. Target penguatan terdekat berada di level USD4.353 dan USD4.381.
Namun demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan dolar AS, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, serta sentimen global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga emas dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.
