Indonesia dan Peru menjajaki kerja sama bilateral terkait jaminan produk halal dan pengakuan sertifikat halal luar negeri melalui skema Mutual Recognition Agreement (MRA).
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengatakan Peru memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri halal nasional di tengah meningkatnya kebutuhan produk halal global.
“Di kawasan Amerika Latin, Brasil telah menjadi salah satu pemain utama industri halal global. Peru juga memiliki potensi besar untuk berkembang ke arah yang sama apabila mulai memperkuat ekosistem halal nasionalnya sejak sekarang,” kata Haikal, dikutip dari Antara, Selasa 26 Mei 2026.
Kerja Sama Halal Buka Peluang Perdagangan Baru
Menurut Haikal, penguatan kerja sama halal antara Indonesia dan Peru dapat membuka peluang perdagangan yang lebih luas bagi kedua negara.
Produk-produk asal Peru dinilai memiliki potensi memperluas akses ke pasar halal Indonesia dan pasar halal global. Sebaliknya, produk Indonesia juga dapat lebih mudah menembus pasar Amerika Latin, termasuk Peru.
Haikal menegaskan Indonesia memiliki posisi strategis dalam industri halal dunia karena didukung lebih dari 250 juta konsumen sadar halal.
“BPJPH terbuka untuk berdialog dan bekerja sama dengan negara manapun dalam memajukan ekosistem halal dunia secara bersama-sama. Halal adalah bahasa universal tentang kualitas, kebersihan, dan kepercayaan konsumen,” ujarnya.
Indonesia Siap Terapkan Sertifikasi Halal Penuh pada Oktober 2026
Haikal juga menyampaikan Indonesia akan memasuki tahapan penting dalam penerapan kewajiban sertifikasi halal secara penuh mulai 18 Oktober 2026.
Kebijakan tersebut berlaku khususnya untuk produk makanan dan minuman, hasil sembelihan, serta jasa penyembelihan sebagaimana diatur dalam regulasi Jaminan Produk Halal.
Karena itu, BPJPH mendorong para pelaku usaha dan eksportir luar negeri yang ingin masuk ke pasar Indonesia agar segera mempersiapkan sertifikasi halal produknya.
“Baik melalui mekanisme registrasi halal luar negeri maupun kerja sama pengakuan sertifikat halal antar lembaga halal luar negeri dengan BPJPH,” ujar Haikal.
Peru Dinilai Berpotensi Jadi Pusat Industri Halal Amerika Latin
Dalam pengembangan industri halal global, Peru dinilai memiliki peluang mengikuti jejak Brasil yang telah lebih dahulu menjadi pemain besar industri halal di kawasan Amerika Latin.
Kerja sama melalui skema MRA diharapkan dapat mempercepat proses pengakuan sertifikat halal antarnegara sehingga mempermudah arus perdagangan produk halal.
Selain meningkatkan ekspor dan investasi, kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat standar kualitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk halal internasional.
