Perkembangan investor kripto di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Jumlah investor aset digital di Tanah Air kini diperkirakan mencapai sekitar 21 juta orang, bahkan telah melampaui jumlah investor di pasar saham.
Head of Business Development Mobee Exchange, Hery Hermawan, mengatakan peningkatan jumlah investor kripto menjadi peluang besar bagi pengembangan utility token yang memiliki kegunaan nyata dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Jumlah investor kripto di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 21 juta orang. Angka tersebut bahkan telah melampaui jumlah investor pasar saham. Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap aset digital yang memiliki manfaat nyata dalam sebuah ekosistem,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam peluncuran JAM Coin yang berlangsung di Hotel Aston Serang, Banten, pada Rabu (10/6/2026). Peluncuran ini menjadi langkah awal pengembangan ekosistem kripto yang mengintegrasikan teknologi blockchain dengan sektor ekonomi riil.
JAM Coin diperkenalkan sebagai utility token yang dirancang untuk digunakan dalam berbagai aktivitas ekonomi dan layanan premium di dalam ekosistem JAM. Kehadiran token tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan aset digital tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai alat transaksi yang memiliki fungsi nyata.
Hery menilai tren investor saat ini mulai bergeser. Masyarakat tidak lagi hanya melihat aset kripto sebagai sarana investasi, tetapi juga sebagai bagian dari sistem ekonomi digital yang mampu memberikan nilai tambah dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, CEO JAM, Andre Arthur, menegaskan bahwa JAM Coin dikembangkan bukan sekadar untuk diperdagangkan di pasar aset digital. Token tersebut juga memiliki fungsi sebagai alat pembayaran dalam berbagai layanan yang tersedia di dalam ekosistem perusahaan.
“Di dalam ekosistem JAM terdapat berbagai fitur dan layanan premium yang menggunakan JAM Coin sebagai alat transaksi. Karena itu, token ini tidak hanya memiliki nilai perdagangan, tetapi juga utilitas yang dapat dirasakan langsung oleh penggunanya,” kata Andre.
Menurutnya, pengembangan JAM Coin didukung oleh integrasi sejumlah unit usaha yang menjadi fondasi utama ekosistem. Dengan dukungan tersebut, JAM Coin diharapkan mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan sekaligus mendorong adopsi teknologi blockchain di berbagai sektor.
Dukungan terhadap pengembangan JAM Coin juga datang dari pelaku industri aset digital nasional. Salah satunya adalah Mobee Exchange yang berperan sebagai mitra perdagangan aset digital dalam proyek tersebut.
Pertumbuhan jumlah investor kripto yang terus meningkat dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri aset digital di Indonesia. Selain membuka peluang investasi baru, perkembangan ini juga mendorong lahirnya berbagai inovasi berbasis blockchain yang terhubung langsung dengan aktivitas ekonomi riil.
