Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 13 Juli 2026. Sentimen positif dari penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) dan mayoritas pasar Asia menjadi pendorong pergerakan indeks di awal pekan.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG naik 10,326 poin atau 0,17 persen ke level 5.934,686. Pada pembukaan perdagangan, indeks sempat berada di level 5.934,719, dengan pergerakan tertinggi menyentuh 5.942 dan terendah di 5.898.
Penguatan IHSG terjadi di tengah optimisme investor terhadap saham-saham sektor teknologi global yang kembali mencatatkan kinerja positif.
Wall Street Ditopang Saham Teknologi
Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (10/7/2026), dipimpin oleh reli saham perusahaan teknologi berkapitalisasi besar.
Indeks S&P 500 menguat 0,42 persen, Nasdaq Composite naik 0,29 persen, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,29 persen.
Kinerja positif tersebut didukung lonjakan saham Nvidia yang melesat sekitar empat persen. Sementara itu, Meta Platforms juga mencatat kenaikan sekitar enam persen sehingga memperkuat optimisme terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Mayoritas Bursa Asia Berakhir Positif
Sentimen positif juga datang dari bursa saham Asia yang mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Jumat pekan lalu.
Kenaikan dipimpin saham-saham sektor semikonduktor dan AI, seiring meningkatnya antusiasme investor terhadap pencatatan perdana saham produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, di Wall Street.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,2 persen dan Topix menguat 0,39 persen. Bursa Korea Selatan mencatat penguatan lebih tinggi dengan Kospi melonjak 2,5 persen dan Kosdaq melesat 5,5 persen.
Sementara itu, Hang Seng Hong Kong naik 0,6 persen, ASX 200 Australia menguat 0,5 persen, sedangkan Taiex Taiwan terkoreksi 0,8 persen.
BNI Sekuritas Proyeksikan IHSG Uji Resistance 6.050
Meski IHSG ditutup naik 0,2 persen sepanjang pekan lalu, aliran dana investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp285 miliar.
Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain BBRI, BBCA, TLKM, DEWA, dan ASII.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dengan menguji area resistance di kisaran 5.950 hingga 6.050.
Namun, ia mengingatkan pelaku pasar agar tetap berhati-hati selama indeks belum mampu menembus level 6.050.
“Jika IHSG berhasil menembus level 6.050, terdapat peluang penguatan berlanjut hingga area 6.300. Sebaliknya, jika gagal menembus resistance tersebut, indeks masih berpotensi mengalami koreksi,” ujar Fanny dalam risetnya.
BNI Sekuritas memproyeksikan area support IHSG berada pada kisaran 5.850 hingga 5.870, sedangkan resistance berada di level 5.970 hingga 6.050.
Rekomendasi Saham Hari Ini
BNI Sekuritas juga memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk diperdagangkan pada Senin (13/7/2026), yaitu:
- CUAN: Spec Buy di Rp610–620, target Rp630–640, cut loss di bawah Rp605.
- DSSA: Spec Buy di Rp775–785, target Rp795–810, cut loss di bawah Rp770.
- BUMI: Spec Buy di Rp139–141, target Rp144–146, cut loss di bawah Rp138.
- AMMN: Spec Buy di Rp3.450–3.500, target Rp3.550–3.620, cut loss di bawah Rp3.420.
- ASII: Spec Buy di Rp4.760–4.800, target Rp4.850–4.920, cut loss di bawah Rp4.750.
- AADI: Spec Buy di Rp8.100–8.175, target Rp8.225–8.275, cut loss di bawah Rp8.050.
Dengan dukungan sentimen positif dari pasar global, pelaku pasar akan mencermati kemampuan IHSG menembus level resistance psikologis 6.050 sebagai penentu arah pergerakan indeks dalam jangka pendek.
