IHSG Diproyeksi Menguat, Deretan Saham Potensial Layak Dikoleksi

IHSG Diproyeksi Menguat, Deretan Saham Potensial Layak Dikoleksi

Indeks Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan pekan ini, Senin (4/5/2026). Pada pembukaan, IHSG berada di level 6.988,916 dan langsung melesat ke zona hijau.

Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.19 WIB, IHSG naik sebesar 101,1 poin atau 1,45 persen ke posisi 7.057,905. Sepanjang sesi pagi, IHSG bergerak dalam rentang tertinggi di level 7.061 dan terendah di 6.988.

Riset harian BNI Sekuritas mencatat bahwa pada perdagangan sebelumnya, 30 April 2026, IHSG ditutup melemah 2,03 persen. Penurunan tersebut diiringi aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp1,65 triliun.

Adapun saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain BBCA, BBRI, BMRI, ANTM, dan GOTO.

Di pasar global, bursa saham Wall Street ditutup bervariasi. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan rekor penutupan tertinggi yang didorong oleh kinerja pendapatan perusahaan yang kuat serta penurunan harga minyak mentah.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,31 persen, S&P 500 menguat 0,29 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,89 persen.

Pergerakan positif juga terlihat di kawasan Asia-Pasifik. Bursa saham Jepang dan Australia kompak menguat mengikuti sentimen dari pasar AS. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,38 persen, Topix menguat 0,04 persen, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,74 persen.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyampaikan bahwa IHSG berpotensi mengalami rebound teknikal dalam jangka pendek.

“IHSG berpotensi teknikal rebound ke 7.000-7.050, namun masih rentan melanjutkan koreksi selama belum mampu menembus level 7.150,” ujarnya dalam riset.

Ia menambahkan bahwa level support IHSG berada di kisaran 6.850-6.900, sementara resistance berada di rentang 7.000-7.050.

Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati oleh investor, yakni BBCA, INET, BRPT, BUVA, ENRG, dan BWPT dengan strategi speculative buy sesuai level harga masing-masing.