Jakarta – Jasa Raharja menerima penghargaan Anugerah Ekonomi Hijau 2026 Kategori Penggerak Ekonomi Hijau sebagai apresiasi atas peran sentral Direktur Utama Muhammad Awaluddin dalam penguatan ekosistem keselamatan transportasi. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Anugerah Ekonomi Hijau 2026 yang diselenggarakan detikcom di Jakarta, pada Kamis, 3 September 2026.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas langkah Jasa Raharja dalam mendorong keselamatan transportasi melalui pendekatan kolaboratif, pemanfaatan teknologi, dan penguatan tata kelola berbasis data. Sebagai BUMN yang menjadi bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, perusahaan terus memastikan pelayanan bagi masyarakat dapat berjalan lebih cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan korban kecelakaan. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen negara hadir secara nyata melalui perlindungan dasar dan layanan yang mudah diakses.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk menjaga konsistensi kolaborasi dan penguatan layanan bagi masyarakat.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi seluruh insan Jasa Raharja dan para mitra, dan tentunya seluruh masyarakat Indonesia yang bersama-sama membangun ekosistem keselamatan transportasi. Transformasi digital serta integrasi data yang kami lakukan diarahkan agar perlindungan bagi masyarakat dapat diberikan lebih cepat, tepat, dan terhubung dari tahap pencegahan hingga penanganan korban kecelakaan,” ujar Awaluddin.
Di bawah kepemimpinan Muhammad Awaluddin, pengembangan ekosistem keselamatan transportasi diperkuat melalui transformasi digital serta integrasi data dengan Korlantas Polri, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), pemerintah daerah, rumah sakit, dan berbagai institusi terkait. Keterhubungan antarsistem ini memungkinkan proses penanganan korban kecelakaan, mulai dari pelaporan, penjaminan perawatan, hingga penyaluran santunan, berlangsung lebih efektif dan terkoordinasi.
Hingga Mei 2026, sebanyak 2.841 rumah sakit telah terhubung dalam sistem pelayanan perusahaan. Integrasi tersebut membantu mempercepat penanganan korban kecelakaan tanpa harus menunggu penyelesaian administrasi secara manual. Pada periode yang sama, rata-rata penyelesaian santunan korban meninggal dunia
tercatat 1 hari 5 jam. Percepatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan korban maupun ahli waris memperoleh kepastian perlindungan pada saat dibutuhkan.
Selain memperkuat layanan pascakecelakaan, Jasa Raharja juga mengembangkan strategi keselamatan yang lebih preventif melalui pemanfaatan data. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, perusahaan telah menjalankan 3.354 program keselamatan transportasi di berbagai daerah. Program tersebut mencakup edukasi keselamatan berlalu lintas, pelatihan safety riding, pertolongan pertama gawat darurat, pemetaan daerah rawan kecelakaan, forum komunikasi lalu lintas, hingga operasi gabungan bersama para pemangku kepentingan.
“Melalui pemanfaatan data, kami tidak hanya berfokus pada percepatan santunan setelah kecelakaan terjadi, tetapi juga mengidentifikasi risiko, memperkuat program keselamatan, dan mendorong kolaborasi lintas sektor. Tujuannya adalah menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan, sehingga masyarakat dapat merasakan perlindungan yang menyeluruh,” tambah Awaluddin.
Semangat Melayani Sepenuh Hati menjadi landasan dalam setiap penguatan layanan yang dijalankan. Hal ini diwujudkan melalui pelayanan publik yang responsif, transparan, dan humanis, sekaligus melalui peningkatan pelayanan prima bagi korban kecelakaan serta keluarga mereka.
Melalui kolaborasi lintas sektor, pengembangan sistem yang saling terhubung, serta perluasan program keselamatan berbasis data, Jasa Raharja berkomitmen menghadirkan transportasi yang lebih aman. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan perlindungan bagi masyarakat secara berkelanjutan.
