Dari Resep Keluarga ke Usaha Mandiri, Pinukuik Abi Bertahan di Tengah Kuliner Modern

Dari Resep Keluarga ke Usaha Mandiri, Pinukuik Abi Bertahan di Tengah Kuliner Modern

Di tengah berkembangnya kuliner modern, UMKM Pinukuik Abi tetap konsisten mempertahankan cita rasa tradisional Minangkabau melalui resep keluarga yang diwariskan secara turun-temurun. Usaha kuliner ini dikelola secara kekeluargaan bersama Laila Raudatul Fauziah.

Fauziah menjelaskan, pemilihan pinukuik sebagai fokus usaha tidak terlepas dari sejarah panjang makanan tersebut di keluarganya. Pinukuik telah dibuat oleh orang tua mereka sejak lama dan kini dikembangkan menjadi usaha kuliner. Hal itu disampaikannya saat RRI berkunjung ke Pondok Pinukuik Abi di kawasan Jalan By Pass Lubuak Minturun, Kota Padang, Jumat, 6 Februari 2026.

Pada awalnya, Pinukuik Abi hanya menghadirkan varian rasa original. Seiring waktu dan mengikuti selera konsumen, usaha ini mulai mengembangkan berbagai varian rasa dan topping, namun tetap mempertahankan cita rasa khas pinukuik tradisional.

Keunikan Pinukuik Abi terletak pada penggunaan kelapa parut di dalam adonan. Hal ini membedakannya dari serabi yang umumnya menggunakan santan. Pemakaian kelapa parut pilihan menghadirkan sensasi gurih alami yang menjadi ciri khas pinukuik Minangkabau.

Produksi pinukuik telah dimulai sejak 2018 dengan sistem konsinyasi di sejumlah tempat sarapan dan minimarket. Perkembangan usaha tersebut mendorong Pinukuik Abi untuk membuka kedai pertamanya pada 2022 di kawasan Bypass, Kota Padang. Beberapa bulan terakhir, cabang baru juga telah dibuka di kawasan Gunung Pangilun.

Selain menjaga kualitas rasa dan keaslian resep, Pinukuik Abi telah mengantongi perizinan usaha serta sertifikat halal. Langkah ini menjadi bentuk komitmen pelaku UMKM dalam menjaga keamanan produk sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kuliner tradisional Minangkabau.

Dikutip dari RRI.co.id