Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk mempertahankan defisit anggaran sebesar 3 persen dan rasio utang sebesar 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Pernyataan tersebut disampaikan Suahasil dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Grup Bank Dunia, Ajay Banga, di Bangkok, Thailand. Pertemuan berlangsung di sela-sela agenda Menteri Keuangan ASEAN pada Rabu (14/10/2026).
Suahasil mengatakan kredibilitas menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menjaga kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal. Pemerintah juga berkomitmen memperkuat kemitraan strategis untuk mendukung prioritas pembangunan Presiden Prabowo Subianto.
Kebijakan fiskal Indonesia diarahkan untuk mendukung sejumlah sektor prioritas, meliputi ketahanan pangan dan energi, pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan dan pendidikan, penguatan usaha kecil dan menengah, serta hilirisasi sumber daya alam.
Selain itu, pemerintah mendorong pendalaman sektor keuangan dan penciptaan lapangan kerja dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Pengembangan sektor keuangan juga diarahkan agar pendalaman dan inklusi keuangan berjalan seiring dengan stabilitas ekonomi.
Bank Dunia Dukung Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia
Kementerian Keuangan menyatakan Grup Bank Dunia menyambut baik agenda pembangunan Indonesia. Dukungan yang dibahas mencakup bantuan teknis untuk pendalaman pasar modal domestik serta pengembangan hilirisasi sumber daya alam agar nilai tambahnya dapat dinikmati di dalam negeri.
Dalam pertemuan tersebut, Suahasil turut menyoroti prospek perekonomian ASEAN yang dinilai menjadi salah satu titik terang bagi perekonomian global.
Ia menegaskan APBN Indonesia berperan sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, melindungi masyarakat, dan menjaga stabilitas melalui pengelolaan fiskal yang kredibel.
