Harga Bitcoin naik sekitar 1 persen pada perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026, menjadi USD83.397,5. Namun, penguatan aset kripto terbesar di dunia tersebut masih terbatas akibat tekanan sentimen risiko menyusul pelemahan saham sektor kecerdasan buatan (AI) dan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak.
Dikutip dari Investing, Rabu, 14 Oktober 2026, Bitcoin sempat menyentuh level terendah USD81.054,7 pada hari yang sama sebelum kembali menguat. Sementara itu, pasar kripto secara keseluruhan masih menghadapi tekanan aksi ambil untung setelah mencatatkan kinerja positif pada kuartal III 2026.
Minimnya perkembangan regulasi baru dan aksi pembelian dalam jumlah besar turut membuat pergerakan harga kripto tertahan, meskipun Oktober secara historis dikenal sebagai periode dengan kinerja yang relatif kuat bagi aset tersebut.
Bitcoin Tertekan Aksi Jual Saham AI
Pergerakan Bitcoin dan aset kripto lainnya turut dipengaruhi sentimen penghindaran risiko atau risk-off di pasar global. Kondisi ini muncul di tengah aksi jual saham perusahaan kecerdasan buatan dan teknologi, meskipun tekanan sempat mereda selama sesi perdagangan reguler Wall Street.
Saham-saham AI sebelumnya mengalami tekanan akibat meningkatnya keraguan terhadap prospek imbal hasil jangka panjang teknologi tersebut. Kekhawatiran juga muncul setelah laporan pekan sebelumnya menunjukkan pendapatan OpenAI sepanjang 2026 berada di bawah perkiraan awal.
Selain itu, produsen cip menghadapi tekanan akibat perkembangan teknologi di Tiongkok yang dikhawatirkan meningkatkan pasokan dan menurunkan harga di sektor yang didorong oleh AI.
Meski tidak berkaitan langsung dengan fundamental Bitcoin, tekanan di pasar saham turut memengaruhi sentimen investor terhadap aset kripto.
Whale Bitcoin Pindahkan Aset Senilai USD378 Juta
Di tengah pergerakan pasar tersebut, sebuah dompet Bitcoin yang tidak aktif sejak 2019 memindahkan 5.582 BTC senilai sekitar USD378 juta pada Senin.
Berdasarkan data on-chain, aset tersebut didistribusikan ke lima alamat. Hingga laporan tersebut dikutip, Bitcoin yang dipindahkan masih tersimpan di dompet tujuan dan belum menunjukkan aktivitas penjualan atau transaksi lanjutan.
Pergerakan ini terjadi ketika transaksi aset kripto dalam jumlah besar oleh whale, sebutan bagi pemegang aset kripto dengan jumlah sangat besar, semakin menjadi perhatian pasar.
Perpindahan Bitcoin dalam jumlah besar terkadang dipandang sebagai indikasi potensi aksi jual. Namun, transaksi tersebut belum tentu menunjukkan rencana penjualan, terutama jika aset belum dikirim ke bursa kripto.
Strive Tambah Kepemilikan 3.311 Bitcoin
Di sisi lain, perusahaan Strive menambah kepemilikan Bitcoin sebanyak 3.311 BTC selama sepekan terakhir. Berdasarkan dokumen pelaporan resmi yang dirilis pada Selasa, total cadangan Bitcoin perusahaan mencapai 32.773 BTC per 9 Oktober 2026.
Penambahan tersebut menjadi pembelian Bitcoin terbesar Strive sejak Januari 2026. Pada periode tersebut, perusahaan mengakuisisi sekitar 5.048 BTC melalui merger berbasis saham dengan Semler Scientific.
Harga Kripto Lain Bergerak Beragam
Sejumlah aset kripto mencatatkan pergerakan bervariasi pada perdagangan Selasa, dengan lebih banyak aset mengalami pelemahan dibandingkan penguatan.
Ether, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, naik 0,8 persen menjadi USD2.510,40. XRP menguat 1,3 persen, sedangkan BNB mencatat kenaikan tipis.
Sebaliknya, Solana turun 0,1 persen dan Cardano melemah 0,6 persen. Memecoin Dogecoin dan $TRUMP juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,1 persen dan 2,1 persen.
Di tengah ketidakpastian pasar, aset safe haven tradisional seperti emas dan yen Jepang kembali diminati investor pada pekan ini.
