Dolar AS Melemah, Investor Pantau Pergerakan Harga Minyak dan The Fed

Dolar AS Melemah, Investor Pantau Pergerakan Harga Minyak dan The Fed

Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat. Indeks dolar yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama turun 0,05 persen menjadi 99,964.

Euro menguat ke level USD1,1529, sedangkan pound Inggris sedikit melemah menjadi USD1,3485. Dolar AS juga bergerak beragam terhadap mata uang utama lainnya, termasuk yen Jepang, franc Swiss, dolar Kanada, dan krona Swedia.

Harga minyak dunia tertekan

Di pasar komoditas, harga minyak mentah dunia turut mengalami penurunan. Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun USD2,02 atau 2,43 persen menjadi USD81,25 per barel.

Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Oktober melemah USD1,91 atau 2,15 persen menjadi USD87,07 per barel.

Penurunan harga minyak terjadi setelah komoditas tersebut sempat menguat dalam beberapa perdagangan terakhir. Pasar masih mencermati ketidakpastian terkait pengiriman minyak dari kawasan Teluk melalui Selat Hormuz.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh klaim dari Presiden AS Donald Trump dan pihak Iran mengenai kendali atas jalur perairan strategis tersebut.

Bank ING menilai risiko dampak lanjutan kenaikan harga energi terhadap inflasi masih relatif kecil. Kemajuan dalam pengendalian inflasi dinilai mulai terlihat meski The Fed disebut belum sepenuhnya mencapai target inflasinya dalam beberapa tahun terakhir.