Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat, 17 April 2026, dengan penguatan. Pada pembukaan, IHSG berada di level 7.645,805.
Mengacu data RTI hingga pukul 09.41 WIB, IHSG naik 41,019 poin atau 0,55 persen ke posisi 7.663,401. Penguatan ini mencerminkan sentimen positif di pasar saham domestik.
Sebanyak 304 saham tercatat menguat, sementara 255 saham melemah dan 179 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp3,794 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 10,629 miliar saham.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyebut IHSG berpotensi mengalami rebound dalam jangka pendek.
“Diperkirakan support IHSG berada di kisaran 7.580–7.600 dan resistance di level 7.650–7.730,” ujarnya dalam riset harian.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis 0,03 persen dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp1 triliun. Saham-saham yang paling banyak dilepas asing antara lain BBCA, BBRI, BMRI, ASII, dan BREN.
Dari pasar global, indeks saham di Wall Street mencatat kinerja positif. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, masing-masing naik 0,26 persen dan 0,36 persen, sementara Dow Jones menguat 0,24 persen.
Penguatan ini dipicu optimisme pasar terhadap potensi meredanya konflik Iran yang sebelumnya menekan pasar energi global.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa juga bergerak menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,38 persen dan Kospi Korea Selatan naik 2,21 persen. Hang Seng Hong Kong turut menguat 1,72 persen, sementara CSI 300 China naik 1,1 persen dan Taiex Taiwan bertambah 1,12 persen.
Meski demikian, beberapa indeks seperti S&P/ASX 200 Australia turun 0,26 persen, serta FTSE Straits Times dan FTSE Malay KLCI masing-masing melemah tipis.
Secara keseluruhan, IHSG diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dengan dukungan sentimen global yang positif, meski pergerakan tetap akan diwarnai volatilitas pasar.
