Harga Emas Diproyeksikan Menguat, Berpeluang Sentuh USD4.074

Harga Emas Diproyeksikan Menguat, Berpeluang Sentuh USD4.074

Harga emas diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (21/7/2026), meskipun tren jangka menengah hingga panjang masih berada dalam fase bearish. Prospek kenaikan tersebut didukung kombinasi sinyal teknikal yang positif serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan harga emas saat ini masih mampu bertahan di atas level support penting, sehingga membuka ruang bagi pergerakan naik dalam jangka pendek.

Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, tren utama pada time frame H4 masih tergolong bearish. Namun demikian, peluang penguatan tetap terbuka selama harga mampu bertahan di atas level support USD3.992.

“Selama tidak terjadi penutupan harga di bawah level support tersebut, emas diperkirakan masih memiliki ruang untuk bergerak menuju area resistance,” ujar Geraldo dalam risetnya.

Dupoin Futures memproyeksikan target kenaikan pertama berada di level USD4.040. Jika tekanan beli terus berlanjut dan harga berhasil menembus level tersebut, emas berpotensi menguat hingga USD4.074 sebagai target resistance berikutnya.

Level resistance tersebut dinilai menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam mengukur kekuatan tren bullish jangka pendek sekaligus menentukan strategi transaksi.

Bullish Engulfing Perkuat Sinyal Kenaikan

Prospek penguatan harga emas juga didukung terbentuknya pola candlestick Bullish Engulfing. Dalam analisis teknikal, pola tersebut umumnya menjadi sinyal meningkatnya dominasi pembeli setelah mampu menyerap tekanan jual.

Selain itu, indikator Stochastic Oscillator masih bergerak naik menuju area overbought. Meski mendekati zona jenuh beli, belum terdapat indikasi pelemahan yang mengakhiri momentum bullish sehingga tekanan beli dinilai masih mendominasi pergerakan harga dalam jangka pendek.

Meski prospek jangka pendek masih positif, Dupoin Futures mengingatkan pelaku pasar agar tetap mewaspadai potensi koreksi teknikal ketika harga mendekati area resistance. Aksi ambil untung (profit taking) berpotensi memicu pelemahan sementara sebelum harga kembali menentukan arah pergerakan berikutnya.

Karena itu, investor dan trader disarankan untuk tetap menunggu konfirmasi pergerakan harga serta menerapkan manajemen risiko dalam setiap transaksi.

Faktor Fundamental Masih Mendukung

Dari sisi fundamental, harga emas masih mendapat dukungan dari tingginya permintaan terhadap aset safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait perkembangan konflik di Timur Tengah.

Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve. Selama dolar Amerika Serikat tidak menguat secara signifikan dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield) tetap terkendali, tekanan terhadap harga emas diperkirakan masih terbatas.

Permintaan emas juga ditopang oleh pembelian logam mulia yang dilakukan sejumlah bank sentral sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas pada perdagangan hari ini masih cenderung positif dalam jangka pendek. Kemampuan harga bertahan di atas support USD3.992, terbentuknya pola Bullish Engulfing, serta penguatan indikator Stochastic Oscillator dinilai membuka peluang kenaikan menuju area USD4.040 hingga USD4.074.

Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan mencermati perkembangan geopolitik global serta agenda ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek.