Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (12/12/2025). Sehari sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,9 persen ke level 8.620 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penurunan tersebut terjadi di tengah aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp58 miliar. Saham yang paling banyak dilepas asing antara lain BBRI, BBCA, ANTM, EMTK, dan AMRT.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan IHSG berpotensi rebound dengan level support di rentang 8.570–8.600 dan level resistansi 8.650–8.700. Menurutnya, pasar masih bergerak dalam sentimen pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) yang direspons berbeda oleh bursa global.
Sentimen The Fed Dorong Penguatan Wall Street
Indeks saham di Wall Street menguat, dengan Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 kompak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Kamis waktu setempat. Investor disebut mengalihkan dana dari saham teknologi berbasis kecerdasan buatan ke sektor yang lebih diuntungkan oleh penguatan ekonomi AS.
Dow Jones melesat 1,34 persen, S&P 500 naik 0,21 persen. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi 0,25 persen akibat aksi jual saham teknologi, diperburuk oleh sentimen negatif dari laporan keuangan Oracle.
“Pergerakan saham tersebut terjadi setelah The Fed memangkas suku bunga, serta laporan keuangan Oracle yang mengecewakan,” jelas Fanny.
Respons Asia Masih Melemah
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral telah melakukan cukup banyak kebijakan untuk meredam ancaman terhadap lapangan kerja. The Fed juga tetap mempertahankan prospek pemangkasan suku bunga satu kali pada 2026.
Berbeda dengan Wall Street, mayoritas bursa Asia justru bergerak melemah setelah keputusan The Fed. Pelaku pasar di kawasan menantikan hasil lelang obligasi pemerintah Jepang serta keputusan suku bunga di Filipina.
Dikutip dari RRI.co.id
