Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan awal pada kondisi darurat, Jasa Raharja Bersama Rumah Sakit Mahawira melaksanakan kegiatan Pelatihan Pertolongan Gawat Darurat bagi siswa/i SMAN 4 Medan.
Kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 4 Medan pada 14 Agustus 2026 tersebut merupakan bentuk sinergi dan komitmen bersama dalam meningkatkan pemahaman mengenai penanganan korban dalam kondisi gawat darurat, khususnya pada situasi kecelakaan lalu lintas.
Pelatihan diberikan oleh tenaga medis profesional dari RS Mahawira dengan materi yang mencakup penilaian kondisi korban, pertolongan pertama pada kecelakaan, bantuan hidup dasar (BHD), resusitasi jantung paru (RJP/CPR), serta tata cara evakuasi korban secara aman.
Selain mendapatkan materi secara teori, para peserta juga mengikuti praktik dan simulasi penanganan korban. Melalui metode tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep pertolongan gawat darurat, tetapi juga mampu mengambil tindakan yang tepat dan cepat ketika menghadapi kondisi darurat sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Indharta Pujawarman, selaku Penanggung Jawab Bidang Umum Jasa Raharja Medan, menyampaikan bahwa kemampuan memberikan pertolongan pertama sangat penting karena beberapa menit pertama setelah kejadian dapat menjadi waktu yang krusial bagi keselamatan korban.“Pelatihan ini menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi gawat darurat. Kami berharap peserta mampu memberikan pertolongan awal dengan tepat, tetap tenang, dan mengutamakan keselamatan korban maupun penolong,” ujarnya.
PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Tk I Medan menyelenggarakan kegiatan Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) di SMA Negeri 4 Medan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran para pendidik mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Kegiatan ditutup dengan sesi simulasi, evaluasi & pertanyaan dari para peserta siswa/i SMA Negeri 4 Medan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperluas edukasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam memberikan pertolongan gawat darurat.
