Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada awal perdagangan Kamis, 2 April 2026. Berdasarkan data perdagangan pagi, IHSG sempat berada di posisi 7.153,114 saat pembukaan pasar.
Mengacu pada data dari RTI Business hingga pukul 09.52 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan turun 92,385 poin atau sekitar 1,29 persen ke level 7.092,053.
Pergerakan indeks pada perdagangan pagi ini didominasi oleh saham-saham yang melemah. Tercatat sebanyak 380 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, 200 saham menguat dan 154 saham lainnya berada pada posisi stagnan.
Total transaksi yang terjadi hingga pukul 09.52 WIB mencapai Rp3,932 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 7,978 miliar saham.
IHSG diproyeksikan masih berpotensi menguat
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyampaikan bahwa IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini.
Dalam analisis hariannya, ia memperkirakan level support IHSG berada pada kisaran 7.025 hingga 7.130. Sementara itu, level resistensi diperkirakan berada di rentang 7.200 hingga 7.300.
Pada perdagangan sebelumnya, Rabu, 1 April 2026, IHSG ditutup menguat 1,93 persen. Meski demikian, penguatan tersebut masih diiringi aksi jual bersih investor asing atau net sell sebesar Rp163 miliar.
Beberapa saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain Bank Mandiri Tbk, Bank Rakyat Indonesia Tbk, Bank Negara Indonesia Tbk, Aneka Tambang Tbk, serta Indo Tambangraya Megah Tbk.
Bursa global menguat
Di sisi lain, indeks-indeks saham di Wall Street kompak menguat pada perdagangan Rabu (1/4). Penguatan tersebut dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran akan segera mereda.
Selain itu, harga minyak dunia juga tercatat melemah yang mencerminkan ekspektasi berkurangnya risiko geopolitik di kawasan tersebut.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,48 persen. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,72 persen dan Nasdaq Composite melonjak 1,16 persen.
Optimisme serupa juga terlihat di kawasan Asia-Pasifik. Sejumlah pasar saham regional menguat didorong sentimen meredanya konflik Iran.
Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak hingga 8,4 persen. Sementara itu di Jepang, indeks Nikkei 225 melesat sekitar 5,2 persen.
Di tengah kondisi tersebut, dolar Amerika Serikat juga tercatat melemah karena menurunnya permintaan terhadap aset safe haven seiring membaiknya sentimen pasar global.
