Guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat kebijakan fiskal, Tim Pembina Samsat Provinsi Jawa Tengah menggelar roadshow strategis di Kabupaten Cilacap pada Kamis (25/6). Langkah kolaboratif ini diinisiasi untuk mengawal implementasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
Pertemuan penting ini dihadiri langsung oleh Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah Muhammad Masrofi, S.Sos., M.Si., Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama Jawa Tengah Triadi, S.H., M.H., QCRO, serta perwakilan dari jajaran Polres Cilacap.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menegaskan bahwa kontribusi pajak sangat vital bagi pembiayaan fasilitas publik dan pembangunan infrastruktur. Menanggapi tantangan penurunan kepatuhan wajib pajak pada tahun 2026, Kepala Bapenda Jateng Muhammad Masrofi, S.Sos., M.Si., mengimbau agar para ASN memberikan keteladanan nyata dalam taat pajak. Kini, melalui inovasi aplikasi Sengkuyung Mobile, pemerintah kelurahan dan desa dapat memantau data tunggakan secara riil guna mengoptimalkan potensi bagi hasil pajak di wilayahnya masing-masing.
Apresiasi tinggi juga diberikan oleh Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama Jawa Tengah, Triadi, S.H., M.H., QCRO, atas prestasi Cilacap sebagai pengelola “Samsat Budiman” (BUMDes Digital Mandiri) terbaik. Beliau mengingatkan pentingnya pengelolaan SWDKLLJ yang terintegrasi dengan BUMDes untuk mempermudah akses warga sekaligus memberikan jaminan perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas. Didukung komitmen jajaran Polres Cilacap sinergi lintas instansi ini siap mengawal penegakan hukum dan memulihkan kepatuhan pajak demi kemajuan Kabupaten Cilacap.
