Minyak Global Turun, Fokus Pasar Beralih ke Perundingan Rusia–Ukraina

Minyak Global Turun, Fokus Pasar Beralih ke Perundingan Rusia–Ukraina

Harga minyak dunia turun pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Penurunan ini terjadi karena investor kembali memusatkan perhatian pada perkembangan pembicaraan perdamaian Ukraina-Rusia. Selain itu, pasar juga mencermati dampak dari penyitaan kapal tanker yang dikenai sanksi Amerika Serikat (AS) di lepas pantai Venezuela.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat, 12 Desember 2025, harga minyak mentah Brent berjangka melemah 0,9 persen menjadi USD61,30 per barel. Sementara harga West Texas Intermediate (WTI) turun satu persen ke level USD57,90.

Analis minyak senior LSEG, Emril Jamil, menyebut bahwa penyitaan kapal tersebut sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap pasar. Namun ia mengingatkan, eskalasi lebih lanjut berpotensi memicu volatilitas tinggi pada harga minyak mentah.

“Pasar masih dalam ketidakpastian, mengamati kemajuan kesepakatan perdamaian Rusia-Ukraina,” ujarnya.

Penyitaan Kapal Tanker oleh AS

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negaranya telah menyita sebuah kapal tanker besar di lepas pantai Venezuela. Trump menyebut kapal itu sebagai salah satu yang terbesar yang pernah ada, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Hingga kini, pejabat AS belum mengidentifikasi kapal tersebut. Namun kelompok risiko maritim Inggris, Vanguard, mengungkap bahwa kapal tanker yang diyakini disita adalah Skipper.

Fokus Pasar pada Perundingan Damai Ukraina-Rusia

Selain insiden penyitaan kapal, para investor juga memantau perkembangan penting dalam proses perdamaian Ukraina-Rusia. Para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman menggelar panggilan telepon dengan Trump untuk membahas upaya terbaru AS dalam mengakhiri perang di Ukraina. Mereka menggambarkan situasi ini sebagai “momen kritis” dalam proses diplomasi tersebut.

Di sisi lain, laporan mengenai serangan Ukraina terhadap kapal armada bayangan Rusia memberikan sedikit penopang harga minyak. Meski demikian, analis pasar IG, Tony Sycamore, menilai sentimen pasar tetap rapuh.

“Perkembangan ini kemungkinan akan menjaga harga minyak mentah di atas level dukungan utama kami sebesar USD55 hingga akhir tahun, kecuali terjadi kesepakatan perdamaian yang tidak terduga di Ukraina,” kata Sycamore.

Dikutip dari metrotvnews.com