Menteri LH Ungkap Produksi Sampah Jakarta Utara Capai 1.300 Ton per Hari

Menteri LH Ungkap Produksi Sampah Jakarta Utara Capai 1.300 Ton per Hari

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq melanjutkan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 melalui aksi bersih di kawasan Tempat Pelelangan Ikan Penjaringan, Jakarta Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya di kawasan pesisir perkotaan.

Dalam keterangannya pada Rabu (18/2/2026), Hanif menyebutkan bahwa Jakarta Utara menghasilkan lebih dari 1.300 ton sampah per hari. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius dan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya melalui pemilahan dan pengurangan.

Kunjungan ke Bank Sampah dan TPS3R Penjagalan

Selain memimpin aksi bersih, Hanif juga meninjau Bank Sampah Unit Women Federation di Jalan Marliana serta fasilitas TPS3R MOA di Penjagalan, Penjaringan.

Kedua fasilitas tersebut menjadi contoh praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Mulai dari proses pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan, warga dilibatkan secara aktif untuk mengurangi timbulan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

KLH/BPLH menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Edukasi publik, perubahan perilaku, dan partisipasi warga menjadi kunci utama dalam menekan volume sampah secara berkelanjutan.

Fasilitas RDF Rorotan Jadi Solusi Percepatan

Hanif turut mengapresiasi keberadaan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan sebagai salah satu solusi percepatan penanganan sampah di Jakarta Utara.

Teknologi RDF memungkinkan sampah diolah menjadi bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan sektor industri. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus mendukung transisi menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Namun, fasilitas RDF Rorotan masih mendapat sejumlah masukan dari masyarakat sekitar. Pemerintah berkomitmen melakukan evaluasi dan perbaikan agar operasionalnya semakin optimal serta tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kesehatan warga.

Dukungan Pemkot Jakarta Utara untuk Gerakan Indonesia ASRI

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyampaikan dukungan penuh terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang diinisiasi pemerintah pusat.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara berkomitmen menjadikan wilayahnya sebagai kota yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah melalui penguatan program kebersihan, pengelolaan sampah terpadu, serta sinergi lintas sektor.

Melalui aksi bersih HPSN 2026 Jakarta Utara, pemerintah berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat. Penguatan literasi lingkungan, penerapan teknologi seperti RDF, serta penegakan hukum yang konsisten menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir perkotaan secara berkelanjutan.

Dikutip dari metrotvnews.com