Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menargetkan sebanyak 300 pelatih olahraga disabilitas di Indonesia memiliki sertifikasi melalui program pelatihan master dan manajemen talenta olahraga.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga inklusif dan berkelanjutan di Tanah Air.
Subjudul: Perkuat sumber daya manusia olahraga disabilitas
Erick menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pelatih merupakan fondasi penting dalam mencetak atlet berprestasi sekaligus memperluas akses pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas di berbagai daerah.
“Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam memperkuat sumber daya manusia,” ujarnya melalui media sosial resmi yang dikutip di Jakarta, Senin.
Subjudul: Program pelatihan telah berjalan
Kemenpora sebelumnya telah menggelar program Training of Trainers (ToT) bagi talenta olahraga disabilitas pada 21–23 April 2026 di Surakarta, Jawa Tengah, dengan melibatkan 30 atlet elite internasional.
Tahun ini, fokus program diarahkan kepada pelatih serta pemangku kepentingan olahraga disabilitas untuk menciptakan agen perubahan dalam pengembangan olahraga inklusif.
Subjudul: Dorong olahraga inklusif dan berprestasi
Menurut Erick, pelatih bersertifikat memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi olahraga disabilitas Indonesia yang terus meningkat di tingkat regional maupun internasional.
Olahraga disabilitas Indonesia yang berada di bawah naungan Komite Paralimpiade Nasional Indonesia mencatat prestasi dengan meraih posisi kedua pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand.
Dalam ajang tersebut, Indonesia berhasil mengumpulkan 135 medali emas, 144 perak, dan 114 perunggu, serta sebelumnya mencatatkan hattrick juara umum pada edisi 2017, 2022, dan 2023.
Kemenpora menegaskan bahwa penguatan pelatih bersertifikat akan menjadi kunci untuk menjaga konsistensi prestasi sekaligus memperluas inklusivitas olahraga nasional.
