Jasa Raharja Magelang Perkuat Budaya Keselamatan melalui Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi di Kebumen

Jasa Raharja Magelang Perkuat Budaya Keselamatan melalui Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi di Kebumen

Kebumen – Dalam rangka memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas serta menekan angka dan fatalitas kecelakaan lalu lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Magelang melaksanakan Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi di Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, pada Rabu (19/8/2026). Kecamatan Kebumen menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian berdasarkan jumlah korban kecelakaan lalu lintas berdasarkan domisili korban. Melalui kegiatan ini, sebanyak 70 aparatur kecamatan dan desa diberdayakan sebagai Agen Keselamatan Transportasi yang diharapkan mampu mengedukasi masyarakat sekaligus mendorong penyusunan program keselamatan secara berkelanjutan di wilayah masing-masing.

Mengusung tema “Keselamatan untuk Indonesia Maju” dengan tagline “Mengedukasi, Menginspirasi, dan Menggerakkan Masyarakat untuk Keselamatan”, kegiatan ini menjadi salah satu langkah preventif Jasa Raharja dalam membangun kesadaran keselamatan berlalu lintas hingga tingkat kecamatan dan desa. Pendekatan berbasis domisili korban diharapkan dapat membuat upaya edukasi menjadi lebih dekat dengan masyarakat serta sesuai dengan karakteristik dan potensi risiko keselamatan di masing-masing wilayah.

Dalam kegiatan tersebut, para aparatur mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya peran pemerintah kecamatan dan desa dalam membangun budaya keselamatan. Tidak hanya sebagai penyampai informasi, aparatur juga didorong untuk mampu mengidentifikasi berbagai potensi risiko kecelakaan di lingkungan masing-masing, menyampaikan pesan keselamatan kepada masyarakat, serta menginisiasi langkah-langkah sederhana yang dapat mendukung terciptanya lingkungan berlalu lintas yang lebih aman.

Perwakilan Jasa Raharja menyampaikan bahwa data kecelakaan perlu dimanfaatkan sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan. Data tersebut tidak hanya dipandang sebagai angka, tetapi perlu diterjemahkan menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti melalui edukasi, pemetaan risiko, dan intervensi keselamatan yang tepat sasaran.

“Pendekatan berbasis domisili korban memungkinkan edukasi keselamatan dilakukan lebih dekat dengan masyarakat. Aparatur desa memiliki posisi strategis karena mereka memahami kondisi wilayah dan karakteristik masyarakatnya, sehingga dapat menjadi perpanjangan tangan dalam membangun kesadaran keselamatan berlalu lintas,” ujar perwakilan Jasa Raharja.

Sebagai bagian dari ekosistem keselamatan transportasi, Jasa Raharja tidak hanya berperan dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas, tetapi juga memiliki komitmen dalam upaya pencegahan kecelakaan melalui edukasi dan penguatan keselamatan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Dana yang dihimpun melalui SWDKLLJ dikelola Jasa Raharja untuk mendukung pemberian santunan atau perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban SWDKLLJ turut mendukung keberlanjutan perlindungan bagi pengguna jalan.

Selain sosialisasi keselamatan transportasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi korban kecelakaan lalu lintas. Materi ini diberikan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan pertolongan awal secara tepat dan aman ketika menemukan korban kecelakaan, termasuk melakukan penilaian awal terhadap kondisi korban, memberikan bantuan sesuai kemampuan, serta menghindari tindakan yang berpotensi memperburuk kondisi korban sebelum mendapatkan penanganan medis.

Keterlibatan Satlantas Polres Kebumen turut memperkuat materi keselamatan melalui edukasi mengenai kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, perilaku berkendara yang aman, serta pentingnya peran masyarakat dalam mencegah terjadinya kecelakaan. Peserta didorong untuk menyampaikan kembali pesan-pesan tersebut kepada masyarakat di lingkungan masing-masing sehingga edukasi keselamatan tidak berhenti pada kegiatan formal, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pembentukan Agen Keselamatan Transportasi, Jasa Raharja mendorong terciptanya jejaring keselamatan yang melibatkan aparatur pemerintah hingga tingkat desa. Para agen diharapkan dapat menjadi penggerak yang aktif dalam mengidentifikasi potensi bahaya, memberikan edukasi, mengingatkan masyarakat mengenai perilaku berkendara yang berkeselamatan, serta mendukung respons awal ketika terjadi kecelakaan.

Kolaborasi antara Jasa Raharja, Kepolisian, Pemerintah Daerah, aparatur kecamatan dan desa, serta masyarakat menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem keselamatan yang berkelanjutan. Melalui sinergi tersebut, upaya pencegahan diharapkan semakin tepat sasaran sehingga mampu menekan angka kecelakaan sekaligus mengurangi tingkat fatalitas korban di wilayah Kabupaten Kebumen.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat “Mengedukasi, Menginspirasi, dan Menggerakkan Masyarakat untuk Keselamatan”, sekaligus menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama. Karena setiap langkah kecil dalam menjaga keselamatan merupakan kontribusi besar bagi terwujudnya Indonesia yang lebih selamat.