IHSG Mengawali Perdagangan Awal Pekan di Level 5.442

IHSG Mengawali Perdagangan Awal Pekan di Level 5.442

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026. Namun, indeks kemudian berbalik ke zona merah pada perdagangan pagi.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 5.442,300 atau menguat 3,04 poin setara 0,06 persen. Sementara itu, indeks LQ45 turun 0,31 poin atau 0,06 persen ke posisi 546,74.

Mengacu data RTI hingga pukul 09.16 WIB, IHSG melemah 5,125 poin atau 0,09 persen ke level 5.434,133. Indeks sempat berada di level tertinggi 5.449 dan terendah 5.405.

Sebanyak 317 saham tercatat menguat, sedangkan 252 saham melemah dan 185 saham lainnya stagnan.

Total transaksi sementara mencapai Rp1,399 triliun dengan volume perdagangan 3,589 miliar saham. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp9.606,597 triliun.

IHSG Diperkirakan Bergerak Mixed

Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (23/10), ditutup menguat 51,35 poin atau 0,95 persen ke level 5.439,26.

Penguatan tersebut terutama didorong respons positif investor terhadap rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari indeks.

Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan transparansi dan kualitas pasar. Investor juga merespons positif keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen.

Secara mingguan, IHSG melonjak 4,90 persen. Kinerja tersebut mencerminkan pemulihan setelah sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran terkait rencana MSCI mengubah klasifikasi pasar Indonesia menjadi standalone market.

Wall Street Melemah, Investor Waspadai Prospek AI

Sentimen eksternal turut menjadi perhatian investor. Pada akhir pekan lalu, Wall Street ditutup melemah. Dow Jones turun 1,23 persen, S&P 500 terkoreksi 0,52 persen, sedangkan Nasdaq melemah 0,21 persen.

Pelemahan bursa Amerika Serikat tersebut dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek belanja kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi tidak sebesar ekspektasi. Kondisi itu dikhawatirkan menekan prospek pertumbuhan laba perusahaan teknologi.

Tekanan juga datang dari ancaman persaingan baru di sektor telekomunikasi setelah SpaceX dikabarkan berencana memasuki pasar operator nirkabel Amerika Serikat.

Selain itu, kenaikan harga minyak meningkatkan risiko inflasi dan biaya operasional. Investor juga cenderung berhati-hati menjelang rilis laporan keuangan emiten dan pertemuan Federal Reserve di tengah ketidakpastian arah suku bunga.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dengan adanya ruang terjadi profit taking pasca kenaikan beberapa hari terakhir,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.