IHSG Kembali Menembus 6.000, Tren Penguatan Diproyeksikan Berlanjut

IHSG Kembali Menembus 6.000, Tren Penguatan Diproyeksikan Berlanjut

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mempertahankan posisinya di atas level psikologis 6.000 pada pembukaan perdagangan Selasa (14/7/2026). Penguatan ini melanjutkan tren positif setelah IHSG melonjak 1,92 persen dan ditutup di level 6.037,84 pada perdagangan sehari sebelumnya.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat menguat ke level 6.057,761. Namun, hingga pukul 09.20 WIB, berdasarkan data RTI, indeks bergerak fluktuatif dan terkoreksi tipis 6,993 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.030,848.

Sepanjang sesi pagi, IHSG bergerak di kisaran level tertinggi 6.065 dan terendah 6.002, namun tetap mampu bertahan di atas level psikologis 6.000.

Mayoritas Saham Menguat

Pergerakan pasar saham pada sesi pagi didominasi oleh saham-saham yang berada di zona hijau. Tercatat sebanyak 301 saham menguat, sementara 221 saham melemah dan 195 saham lainnya bergerak stagnan.

Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia hingga pukul 09.20 WIB mencapai Rp3,610 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 6,198 miliar saham. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat berada di level Rp10.540,023 triliun.

Aktivitas perdagangan yang tetap tinggi menunjukkan minat investor terhadap pasar saham domestik masih cukup kuat di tengah berbagai sentimen global.

S&P Jadi Katalis Positif IHSG

Pengamat pasar modal dari Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan tren bullish pada perdagangan hari ini.

Menurutnya, salah satu katalis utama datang dari keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P yang mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level investment grade BBB.

Keputusan tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia, terutama koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Sentimen positif itu turut meningkatkan optimisme pelaku pasar, yang tercermin dari tingginya aktivitas transaksi pada saham-saham berkapitalisasi besar atau blue-chip.

Investor Asing Masih Catat Net Sell

Meski sentimen domestik cenderung positif, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net foreign sell). Secara harian, nilai jual bersih investor asing tercatat mencapai Rp412 miliar.

Sementara itu, secara kumulatif sepanjang tahun atau year-to-date (YTD), net foreign sell telah mencapai Rp90,59 triliun.

Kendati demikian, tingginya aktivitas investor domestik dinilai masih mampu menopang pergerakan IHSG sehingga tetap bertahan di atas level 6.000.

Ketegangan Global Tetap Jadi Perhatian

Selain mencermati sentimen dari dalam negeri, pelaku pasar juga terus memantau perkembangan geopolitik internasional yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar keuangan.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali meningkat masih menjadi salah satu faktor risiko eksternal yang dapat memengaruhi sentimen investor dalam jangka pendek.

Meski demikian, selama sentimen positif dari fundamental ekonomi domestik tetap terjaga, pelaku pasar menilai IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan selanjutnya.