Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan pada awal perdagangan Rabu, 11 Februari 2026. Pada pembukaan pasar, IHSG berada di level 8.152,785 dan terus bergerak naik.
Mengacu data RTI hingga pukul 09.13 WIB, IHSG menguat 49,335 poin atau setara 0,61 persen ke posisi 8.181,074. Penguatan ini mencerminkan sentimen positif investor pada awal sesi perdagangan.
Sebanyak 389 saham tercatat menguat, sementara 153 saham melemah dan 172 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp2,672 triliun dengan volume perdagangan sebesar 5,391 miliar saham.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan apabila mampu menembus level resistance di 8.150.
“Diperkirakan support IHSG berada di kisaran 8.020–8.050 dan resistance di level 8.150–8.250,” ujar Fanny dalam riset hariannya.
Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (10/2), IHSG ditutup naik 1,24 persen. Namun, kenaikan tersebut masih dibayangi aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp917 miliar. Saham yang paling banyak dilepas asing antara lain BUMI, BBCA, DEWA, BUVA, dan BBRI.
Dari pasar global, indeks utama Wall Street mayoritas melemah pada perdagangan Selasa (10/2). Indeks S&P 500 turun 0,33 persen dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,59 persen setelah data penjualan ritel Amerika Serikat lebih lemah dari perkiraan. Kekhawatiran terhadap dampak perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada sektor keuangan juga membebani pasar. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average masih mampu menguat 0,10 persen.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa mencatatkan penguatan. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,28 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,58 persen, Taiex Taiwan menguat 2,06 persen, dan Kospi Korea Selatan bertambah 0,07 persen. Sebaliknya, indeks ASX 200 Australia melemah 0,03 persen dan FTSE Malay KLCI turun 0,21 persen. FTSE Straits Times tercatat menguat tipis 0,07 persen.
Dikutip dari metrotvnews.com
