Harga Minyak Naik Tajam, Brent Menembus USD100 per Barel

Harga Minyak Naik Tajam, Brent Menembus USD100 per Barel

Harga minyak kembali menguat pada Kamis (10/9/2026) seiring meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi di Timur Tengah.

Mengutip Investing, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 1,1 persen menjadi USD97,14 per barel, level tertinggi sejak akhir Juli. Sementara itu, minyak Brent belum diperdagangkan setelah ditutup naik 3,9 persen ke USD101,75 per barel pada Rabu, sekaligus menjadi level tertinggi dalam empat bulan.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah AS dan Iran terlibat dalam serangkaian serangan terhadap kapal. Iran menyatakan telah menyerang 10 kapal di dalam dan sekitar Selat Hormuz, sedangkan AS mengklaim membalas dengan menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran.

Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah tingkat sebelum konflik. Kondisi tersebut membuat pasar khawatir gangguan pasokan minyak berlangsung lebih lama.

Kekhawatiran juga meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang infrastruktur energi Arab Saudi. Analis ANZ menilai serangan balasan yang berkelanjutan berpotensi mengganggu aliran minyak dari Teluk Persia dalam waktu dekat.

Presiden AS Donald Trump mengatakan perang dengan Iran akan berakhir setelah pemilu paruh waktu pada November. Namun, laporan Wall Street Journal menyebut penasihat utama Trump memperingatkan konflik dapat berlangsung hingga sisa masa jabatannya karena belum terlihat tanda-tanda deeskalasi yang kuat.