Adaptasi Strategi, Ruud Pelajari Pola Permainan Generasi Muda

Adaptasi Strategi, Ruud Pelajari Pola Permainan Generasi Muda

Petenis Norwegia Casper Ruud mulai melakukan penyesuaian gaya bermain menjelang penampilan perdananya di ASB Classic 2026 di Auckland. Adaptasi tersebut dilakukan setelah Ruud mengamati perkembangan gaya tenis generasi muda saat tampil di ajang beregu campuran United Cup.

Ruud, yang pernah menempati peringkat dua dunia dan tiga kali mencapai final turnamen Grand Slam, mengakui permainan tenis modern mengalami perubahan signifikan. Ia menyebut gaya agresif petenis muda seperti Joao Fonseca yang berusia 19 tahun dan Jakub Mensik yang berusia 20 tahun menjadi referensi utama dalam proses evaluasi permainannya.

“Melihat bagaimana permainan telah berubah membuat saya menyadari bahwa mungkin saya perlu sedikit mengubah permainan saya. Dalam upaya mencari peningkatan, saya banyak mempelajari para pemain muda selama beberapa minggu dan bulan terakhir tentang bagaimana permainan saya perlu berkembang untuk menghadapi gaya tenis mereka,” kata Ruud, dikutip dari ATP, Rabu.

Selain Fonseca dan Mensik, dominasi Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner dalam dua tahun terakhir turut memperkuat gambaran perubahan tenis dunia. Kedua petenis tersebut berhasil memenangi total delapan gelar Grand Slam dan menjadi simbol generasi baru dengan permainan cepat dan agresif.

Selama ini, Ruud dikenal membangun karier melalui pukulan topspin kuat, konsistensi fisik, serta konstruksi poin yang matang, terutama di lapangan tanah liat. Namun, menghadapi petenis muda, ia kerap kesulitan mengembangkan pola permainan karena tekanan serangan cepat dari lawan.

Tantangan tersebut tercermin dalam catatan pertemuan Ruud dengan Alcaraz dan Sinner. Dari enam pertemuan melawan Alcaraz, Ruud baru mencatat satu kemenangan yang diraih di Nitto ATP Finals 2024. Sementara melawan Sinner, Ruud belum pernah menang setelah empat kali pertemuan.

Menurut Ruud, perbedaan utama terletak pada kekuatan serangan dari kedua sisi lapangan, bukan hanya dominasi satu pukulan saja.

“Generasi ini terdiri dari Sinner sebagai yang tertua, lalu ada Fonseca yang termuda. Di kelompok usia itu, antara lima dan enam tahun, mereka benar-benar memukul bola dengan keras dan memainkan gaya tenis yang berbeda,” ujar Ruud yang telah mengoleksi 14 gelar ATP Tour.

Ia menambahkan, petenis muda saat ini memiliki kualitas forehand dan backhand yang sama kuatnya.

“Lihat Mensik, saya kalah melawannya minggu lalu di United Cup. Dia memiliki servis yang hebat dan memukul backhand dengan keras dari kedua sisi. Anda akan semakin sering melihatnya,” tutur petenis berusia 27 tahun tersebut.

Pada United Cup, Ruud sempat mencatat kemenangan perdananya di musim 2026 dengan mengalahkan favorit tuan rumah Alex de Minaur di Sydney. Namun, langkahnya terhenti setelah kalah dari Mensik dalam pertandingan ketat dua set.

Kini, Ruud tiba di turnamen ATP 250 Auckland sebagai unggulan kedua dengan tekad menerapkan perubahan yang telah dipelajarinya. Dalam undian turnamen, ia berpeluang kembali bertemu Mensik di babak semifinal.

Ruud dijadwalkan memulai langkahnya di ASB Classic 2026 dengan menghadapi petenis Italia Fabian Marozsan pada Rabu.

Dikutip dari antaranews.com