Mount Karangetang Kembali Keluarkan Lava Pijar dan Terdengar Gemuruh

Mount Karangetang Kembali Keluarkan Lava Pijar dan Terdengar Gemuruh

Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara menunjukkan peningkatan pada Rabu pagi, 1 April 2026. Aktivitas tersebut ditandai dengan munculnya luncuran lava pijar yang disertai bunyi gemuruh dari area kawah.

Informasi tersebut dilaporkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan hasil pemantauan visual di sekitar gunung.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyatakan bahwa pengamatan pada pagi hari memperlihatkan adanya asap putih dengan intensitas bervariasi di area puncak kawah.

Asap putih dan bunyi gemuruh terpantau

Menurut Lana, dari puncak kanan kawah terlihat asap putih tebal, sementara di puncak kiri muncul asap putih dengan intensitas tipis hingga tebal yang disertai bunyi gemuruh berskala sedang.

“Visual pagi ini tampak asap putih tebal di puncak kanan, sementara di puncak kiri terlihat asap putih tipis hingga tebal yang disertai dengan terdengarnya bunyi gemuruh berskala sedang,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa luncuran lava pijar sesekali terpantau keluar dari puncak kiri atau kawah dua. Lava tersebut kemudian menabrak dinding pembatas antara kawah kiri dan kanan yang merupakan kawah utama gunung tersebut.

Luncuran lava picu kepulan asap

Benturan lava dengan dinding kawah memicu munculnya kepulan asap putih yang memanjang di tubuh gunung. Fenomena ini terjadi akibat guguran material lava yang bersentuhan dengan lereng gunung.

Meski demikian, Badan Geologi melaporkan bahwa ujung aliran lava hingga saat ini belum menunjukkan aktivitas signifikan secara visual. Jarak ujung aliran lava diperkirakan berada sekitar 1.200 meter dari puncak.

Pemantauan aktivitas terus dilakukan

Badan Geologi menyatakan bahwa pemantauan intensif terus dilakukan untuk mengamati fluktuasi kegempaan serta perkembangan aktivitas di permukaan gunung.

Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi ancaman bahaya bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lereng Gunung Karangetang.

Masyarakat dan wisatawan juga diimbau untuk tetap waspada serta mematuhi rekomendasi radius aman yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait. Selain itu, warga diminta tidak melakukan aktivitas di area permukiman yang masuk dalam zona rawan aliran lava maupun awan panas.

Dikutip dari metrotvnews.com