Dolar AS Menguat setelah The Fed Kerek Suku Bunga

Dolar AS Menguat setelah The Fed Kerek Suku Bunga

Dolar Amerika Serikat (AS) menguat selama enam hari berturut-turut setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Juli 2023.

Mengutip Investing.com, Kamis (17/9/2026), indeks dolar AS yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama naik 0,4 persen menjadi 99,89. Penguatan terjadi setelah FOMC menaikkan suku bunga dana federal 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 persen.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan daya tarik aset dalam denominasi dolar AS. Proyeksi terbaru The Fed juga menunjukkan masih terdapat kemungkinan kenaikan suku bunga satu kali lagi tahun ini.

Sebelumnya, ekspektasi kenaikan suku bunga didorong pertumbuhan ekonomi AS yang dinilai tangguh, pasar tenaga kerja yang kuat, serta inflasi yang masih tinggi. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) tercatat naik 3,7 persen secara tahunan, di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen.

Pasar obligasi AS turut menjadi perhatian. Imbal hasil Treasury 10 tahun pada 15 September 2026 mencapai level tertinggi sejak April 2007, sedangkan imbal hasil Treasury 30 tahun menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 24 tahun.

Pelaku pasar kini mencermati apakah kenaikan suku bunga tersebut hanya bersifat satu kali atau menjadi awal pengetatan moneter lebih lanjut. Sementara itu, poundsterling melemah setelah data pemerintah Inggris menunjukkan inflasi konsumen meningkat pada Agustus 2026.