Cegah Risiko Kebakaran, Pemerintah Siapkan Penataan Ulang Desa Adat Sade

Cegah Risiko Kebakaran, Pemerintah Siapkan Penataan Ulang Desa Adat Sade

Pemerintah berencana menata ulang kawasan Desa Adat Sade di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai langkah mitigasi untuk mencegah kebakaran kembali terjadi di permukiman masyarakat Suku Sasak tersebut.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pemerintah tengah mengkaji desain rekonstruksi kawasan, termasuk kemungkinan pengaturan ulang jarak antarrumah adat yang selama ini berdiri cukup berdekatan.

“Ini yang sedang kita kaji termasuk juga bagaimana desain rekonstruksinya,” ujar Fadli di Jakarta, dikutip Kamis, 3 September 2026.

Menurut Fadli, jarak rumah adat yang terlalu berdempetan menjadi salah satu faktor yang membuat api mudah menjalar saat terjadi kebakaran.

“Termasuk juga penataan mungkin rumah-rumah adatnya yang begitu mepet, kecil, itu mungkin bahaya sekali,” katanya.

Penataan ulang tidak hanya menyasar tata letak bangunan. Pemerintah juga berencana memperbaiki instalasi listrik, jalur air, serta memperkuat sistem mitigasi keselamatan dan penanggulangan kebakaran.

Fadli menilai kawasan permukiman adat yang didominasi bangunan berbahan kayu memiliki risiko kebakaran yang tinggi. Karena itu, ketersediaan sarana pendukung untuk menghadapi keadaan darurat menjadi bagian penting dalam rencana rekonstruksi.

Meski demikian, pemerintah memastikan penataan ulang tidak akan menghilangkan karakteristik dan ciri khas Desa Adat Sade. Masyarakat adat setempat juga akan dilibatkan dalam menentukan arah dan desain rekonstruksi kawasan.

“Tentu ya. Pasti. Saya kira mereka yang tahu karena pengetahuannya juga ada di masyarakat adat setempat,” ujar Fadli.

Rekonstruksi Ditargetkan Dimulai Tahun Ini

Fadli berharap proses rekonstruksi Desa Adat Sade dapat dimulai pada 2026 setelah koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait serta penyusunan desain rekonstruksi rampung.

“Kita usahakan koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain dan juga dengan Setneg. Setelah selesai dikoordinasi dan juga desainnya seperti apa. Mudah-mudahan bisa tahun ini,” katanya.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran rekonstruksi mencapai sekitar Rp25 miliar hingga Rp30 miliar. Dana tersebut direncanakan untuk membangun kembali 75 rumah adat, 65 kios, satu masjid, serta sejumlah fasilitas umum pendukung.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda Dusun Adat Sade di Lombok Tengah, NTB, pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Peristiwa tersebut menghanguskan 75 rumah adat berusia ratusan tahun yang telah dihuni secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Selain rumah tinggal, api juga melalap fasilitas ibadah, sejumlah berugak, lumbung alang, hingga puluhan kios atau art shop. Total kerugian materiil akibat kebakaran di kawasan wisata adat tersebut diperkirakan mencapai Rp34 miliar hingga Rp35 miliar.