Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (18/8/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah hingga pukul 09.43 WIB berada di level Rp17.839 per dolar AS, turun 41 poin atau 0,23 persen dari penutupan sebelumnya di Rp17.798 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen pasar terhadap arah kebijakan The Fed. Berdasarkan CME FedWatch, peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September berada di sekitar 63 persen, sementara peluang kenaikan 25 basis poin mencapai 37 persen.
Investor juga menantikan risalah rapat FOMC Juli untuk melihat arah kebijakan moneter AS berikutnya.
Dari dalam negeri, pasar turut mencermati pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti ketahanan ekonomi nasional. Prabowo menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026 dan 5,45 persen pada semester I-2026.
Menurut Prabowo, pertumbuhan ekonomi dan investasi harus berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
