Ledakan Gudang Amunisi Madiun Harus Diusut Tuntas, Kata Anggota DPR

Ledakan Gudang Amunisi Madiun Harus Diusut Tuntas, Kata Anggota DPR

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta tim investigasi TNI Angkatan Darat (AD) mengusut secara menyeluruh penyebab ledakan di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) yang berada di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Menurut Hasanuddin, proses investigasi harus dilakukan secara komprehensif untuk memastikan seluruh aspek yang berpotensi memicu insiden dapat terungkap.

“Tim investigasi harus memeriksa apakah sistem penyimpanan amunisi telah memenuhi seluruh persyaratan dan standar keamanan, mulai dari kondisi ruangan, pengaturan suhu, penataan amunisi di dalam gudang, hingga penerapan prosedur pengamanan,” kata Hasanuddin di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Selain sistem penyimpanan, ia meminta tim investigasi memeriksa kondisi fisik serta usia amunisi yang tersimpan di gudang.

Menurutnya, perlu dipastikan apakah terdapat amunisi yang telah kedaluwarsa, mengalami kerusakan, atau mengalami penurunan kualitas yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

“Seluruh faktor yang memungkinkan terjadinya ledakan harus ditelusuri secara menyeluruh, baik dari aspek teknis, kondisi fasilitas, kelalaian manusia, maupun kepatuhan terhadap prosedur operasional,” ujarnya.

Minta Lokasi Gudang Ikut Dievaluasi

Hasanuddin juga menyoroti lokasi gudang amunisi yang dinilai berada cukup dekat dengan kawasan permukiman warga.

Ia meminta aspek tersebut turut menjadi bagian dari investigasi. Jika lokasi gudang tidak lagi memenuhi standar jarak aman, menurutnya perlu dipertimbangkan relokasi ke kawasan yang lebih jauh dari pemukiman.

“Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk memperbaiki sistem penyimpanan, pengawasan, dan pengamanan amunisi agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” katanya.

Satu Prajurit Gugur, Enam Orang Terluka

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan ledakan di Gudang Pusat Amunisi TNI di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terjadi pada Kamis (16/7/2026).

Menurut Donny, insiden terjadi ketika sejumlah prajurit tengah melaksanakan kegiatan perawatan dan pemeliharaan munisi di gudang tersebut.

Akibat ledakan tersebut, satu prajurit dilaporkan meninggal dunia, sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat cedera ringan hingga berat.

“Seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus melaporkan secara prosedural dan berjenjang,” ujar Donny.

Saat ini, TNI AD masih menunggu hasil investigasi tim yang diterjunkan ke lokasi untuk memastikan penyebab utama ledakan di gudang amunisi tersebut.