Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis, 2 Juli 2026, dengan penguatan di tengah pergerakan bursa global yang masih dibayangi aksi ambil untung pada saham-saham teknologi. Meski bergerak di zona hijau pada sesi pagi, analis menilai IHSG masih berpotensi mengalami koreksi dalam perdagangan hari ini.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.17 WIB, IHSG menguat 71,756 poin atau 1,26 persen ke level 5.766,872. Sebelumnya, indeks dibuka di posisi 5.709,842 dan sempat bergerak pada level tertinggi 5.773 serta terendah 5.704.
Riset harian BNI Sekuritas mencatat indeks-indeks utama Wall Street ditutup kompak melemah pada perdagangan Rabu, 1 Juli 2026. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,03 persen, S&P 500 terkoreksi 0,22 persen, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,66 persen.
Pelemahan tersebut dipicu aksi profit taking pada saham-saham sektor semikonduktor setelah reli kuat yang didorong perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Sementara itu, pergerakan bursa saham Asia-Pasifik berlangsung bervariasi. Pelaku pasar mencermati pelemahan yen Jepang yang mencapai level terendah dalam 40 tahun terhadap dolar Amerika Serikat, di samping menunggu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve dan sejumlah data ekonomi penting.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,59 persen dan Topix naik 0,42 persen. Sebaliknya, indeks Kospi Korea Selatan turun 2,04 persen, meskipun Kosdaq berhasil menguat 1,44 persen. Di Australia, ASX 200 melemah 0,64 persen, sedangkan Taiex Taiwan naik 1,94 persen. Bursa Hang Seng Hong Kong tidak melakukan perdagangan.
Pada perdagangan sebelumnya, Rabu, 1 Juli 2026, IHSG ditutup menguat 0,92 persen. Meski demikian, investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp548 miliar.
Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing meliputi BBRI, BMRI, TPIA, BBNI, dan ASII.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek. Menurutnya, area support berada pada kisaran 5.500 hingga 5.625, sedangkan level resistance diperkirakan berada di rentang 5.730 hingga 5.800.
Selain itu, BNI Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan hari ini, yakni BRPT, PTRO, PGAS, MYOR, BBNI, dan EMTK.
Untuk BRPT, rekomendasi speculative buy berada pada area Rp1.360-Rp1.380 dengan target jangka pendek Rp1.420-Rp1.470 dan cut loss di bawah Rp1.330.
Saham PTRO direkomendasikan speculative buy pada kisaran Rp3.750-Rp3.790 dengan target Rp3.860-Rp3.930 serta cut loss di bawah Rp3.720.
PGAS direkomendasikan speculative buy pada area Rp1.350-Rp1.365 dengan target Rp1.380-Rp1.420 dan batas cut loss di bawah Rp1.350.
Untuk MYOR, area speculative buy berada di kisaran Rp1.775-Rp1.810 dengan target Rp1.825-Rp1.835 dan cut loss di bawah Rp1.775.
Sementara itu, BBNI direkomendasikan speculative buy pada rentang Rp3.070-Rp3.100 dengan target Rp3.140-Rp3.160 dan cut loss di bawah Rp3.050.
Adapun saham EMTK direkomendasikan speculative buy pada area Rp478-Rp482 dengan target Rp490-Rp505 dan cut loss di bawah Rp474.
