Dua mahasiswa dilaporkan terseret arus Sungai Kalimborang di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Dalam peristiwa tersebut, satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR.
Kepala Basarnas Kelas A Makassar Arif Anwar menjelaskan kedua korban datang ke lokasi untuk berwisata sebelum akhirnya terseret arus sungai yang tiba-tiba meluap.
“Dua wisatawan diduga terbawa arus sungai. Dua orang tersebut datang untuk melaksanakan rekreasi, namun pada saat pelaksanaan terjadi banjir atau air bah dari hulu sehingga terbawa arus,” ujar Arif di Maros, Selasa, 31 Maret 2026.
Satu korban ditemukan meninggal dunia
Korban yang ditemukan diketahui bernama Muhammad Fajrin (20), warga kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Makassar. Saat ditemukan oleh tim SAR gabungan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Proses evakuasi jenazah berlangsung dramatis. Dalam video yang beredar, jenazah korban ditandu menggunakan bambu dan dibawa menyeberangi arus sungai menuju titik evakuasi.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk keperluan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Satu korban masih dalam pencarian
Sementara itu, satu korban lainnya yang bernama Nur Azisa hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan. Tim terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk menemukan korban.
Menurut Arif, derasnya arus sungai membuat kemungkinan korban terbawa hingga jarak yang cukup jauh dari lokasi awal kejadian.
“Korban kemarin terbawa arus yang deras, jadi pasti terbawa jauh,” katanya.
Air bah datang secara tiba-tiba
Peristiwa tersebut bermula saat tujuh mahasiswa datang ke lokasi Sungai Kalimborang untuk berwisata pada Minggu, 29 Maret 2026.
Namun secara tiba-tiba debit air sungai meningkat drastis akibat hujan deras yang terjadi di wilayah hulu. Kondisi tersebut memicu datangnya air bah yang menghantam area sungai.
Dua korban yang saat itu berada di aliran sungai tidak sempat menyelamatkan diri dan langsung terseret arus deras.
Lebih dari 100 personel SAR dikerahkan
Dalam operasi pencarian, tim SAR membagi personel ke dalam tiga unit penyisiran dengan jangkauan hingga tiga kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.
Lebih dari seratus personel gabungan dikerahkan dalam proses pencarian tersebut. Meski demikian, operasi pencarian menghadapi kendala cuaca buruk dan derasnya arus sungai yang berpotensi membahayakan keselamatan tim di lapangan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir bandang atau air bah secara tiba-tiba.
Dikutip dari metrotvnews.com
