Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said angkat bicara usai menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah di Pertamina Energy Trading Limited (Petral).
Sudirman menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilakukan dalam kapasitasnya sebagai saksi atas jabatannya sebagai Senior Vice President Kepala Integrated Supply Chain (ISC) PT Pertamina (Persero) pada periode 2008–2009.
“Saya dipanggil sebagai saksi, untuk memberi keterangan berkaitan dengan penyidikan suatu kasus. Saya tidak bisa menjelaskan substansi,” ujar Sudirman dalam keterangan tertulis, Selasa (23/12).
Ia menegaskan dukungannya terhadap proses penegakan hukum yang tengah berjalan.
“Sebagai warga negara yang baik saya mendukung penegakan hukum. Dan keterangan yang saya berikan semoga membuat duduk perkara menjadi lebih jelas,” imbuhnya.
Sudirman menyebut pemeriksaan berlangsung selama sekitar lima jam, sejak pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB, dan dilakukan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Selasa kemarin.
Lebih lanjut, Sudirman kembali menyinggung persoalan reformasi tata kelola rantai pasok migas yang menurutnya tidak berjalan optimal pada masa tersebut.
“Saya sudah berulang kali menyampaikan bahwa maksud reformasi tata kelola supply chain pada waktu itu tidak terlaksana dengan baik,” kata Sudirman.
Ia mengungkapkan, perubahan kepemimpinan di Pertamina pada 2009 turut memengaruhi upaya reformasi tersebut.
“Karena pemimpin baru di Pertamina pada tahun 2009 mengamputasi fungsi ISC. Itu yang menyebabkan praktik yang sering disebut mafia migas itu berjalan cukup lama,” ujarnya.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung menyatakan tengah mengusut kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Perkara tersebut telah ditingkatkan ke tahap penyidikan sejak Oktober 2025.
Namun hingga saat ini, Kejagung belum menetapkan tersangka maupun mengumumkan nilai kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut.
Dikutip dari cnnindonesia.com
