Pertamina untuk pertama kalinya menerapkan metode pengiriman sling load menggunakan helikopter untuk mempercepat penyaluran LPG ke wilayah Bener Meriah, Aceh. Akses darat menuju wilayah tersebut masih terputus akibat bencana sehingga distribusi energi harus dilakukan melalui jalur udara.
Metode sling load dilakukan dengan menggantungkan barang menggunakan kabel sling pengaman, palet penyangga plastik, serta safety net. Pada operasi ini, Pertamina mengirimkan 72 tabung Bright Gas 12 kg. Seluruh proses pengiriman mengikuti standar keselamatan ketat, mulai dari pengaturan ketinggian terbang helikopter, panjang kabel sling, hingga penataan tabung LPG agar tetap stabil.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyaksikan langsung proses pengiriman dari Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe. Simon menyampaikan terima kasih kepada TNI, BNPB, Polri, dan semua pihak yang terlibat dalam upaya percepatan distribusi energi.
Simon mengatakan bahwa Pertamina telah menyalurkan bantuan ke 164 posko serta memastikan ketersediaan energi di 111 dapur umum. Selain LPG, Pertamina juga mendistribusikan BBM dan avtur untuk mendukung operasional alat berat selama masa penanganan darurat.
Gerak Cepat Sesuai Arahan Presiden
Simon menambahkan bahwa penggunaan metode sling load merupakan bagian dari Gerak Cepat Tindak Lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas di Banda Aceh pada 7 Desember 2025. Arahan tersebut menekankan pentingnya memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat terdampak, apa pun tantangannya.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa pengiriman tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antara Pertamina, BNPB, TNI, Polri, serta seluruh pihak di lapangan. Ia menegaskan bahwa percepatan distribusi LPG hanya dapat dilakukan berkat koordinasi yang solid dan gotong royong berbagai pihak.
Pengiriman dilakukan menggunakan helikopter Sikorsky S-61A yang terbang dari Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Bandara Malikussaleh. Hanya satu jam setelah lepas landas, helikopter tiba dan langsung mengangkat paket pertama tanpa mendarat. Proses dilanjutkan tanpa jeda berarti untuk memastikan bantuan segera tiba di lokasi terdampak.
Standar Keamanan Tinggi dalam Pengiriman LPG
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa total 72 tabung LPG dibagi menjadi tiga paket pengiriman, masing-masing berisi 24 tabung. Paket tersebut diperuntukkan bagi dapur umum, posko pengungsian, dan warga yang membutuhkan.
Setiap tabung LPG ditata secara vertikal dengan valve menghadap ke atas dan ditempatkan di atas palet yang dilengkapi cargo net untuk memastikan stabilitas saat proses pengangkatan dan pendaratan. Seluruh metode pengiriman telah dikaji bersama BNPB dan tim HSSE Pertamina untuk memastikan keamanan operasional di lapangan.
Dikutip dari RRI.co.id
