Nilai Tukar Indonesian Rupiah Turun 0,13 Persen ke Rp17.112 per United States Dollar

Nilai Tukar Indonesian Rupiah Turun 0,13 Persen ke Rp17.112 per United States Dollar

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada pembukaan perdagangan Jumat, 10 April 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.112 per USD atau turun 22 poin (0,13 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya. Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah berada di posisi Rp17.077 per USD pada waktu yang sama.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif sepanjang hari, namun berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp17.090 hingga Rp17.140 per USD.

Sub Judul: Sentimen Geopolitik Tekan Rupiah
Pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait gangguan di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi minyak global. Meskipun terdapat gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, kondisi di kawasan tersebut masih belum stabil.

Gangguan terhadap jalur pelayaran minyak menyebabkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global, yang berdampak pada sentimen pasar keuangan, termasuk nilai tukar rupiah.

Selain itu, meningkatnya serangan di wilayah Lebanon juga berpotensi memperburuk situasi dan mengancam keberlanjutan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.

Sub Judul: Faktor Global dan Kebijakan The Fed
Dari sisi global, risalah Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan bahwa bank sentral AS masih membuka peluang penurunan suku bunga tahun ini. Namun, ketidakpastian akibat konflik geopolitik membuat kebijakan tersebut tetap bersifat fleksibel.

Para pembuat kebijakan di AS menegaskan perlunya kehati-hatian dalam merespons dampak perang terhadap inflasi dan pasar tenaga kerja yang masih stagnan.

Sub Judul: Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026
Tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh lembaga internasional. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,7 persen, turun dari proyeksi sebelumnya 4,8 persen.

Sementara itu, OECD juga memangkas proyeksi pertumbuhan menjadi 4,8 persen dari sebelumnya 5,0 persen. Penurunan ini dipicu oleh tekanan global, termasuk lonjakan harga energi dan ketidakpastian geopolitik.

Meski demikian, pemerintah tetap optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh di kisaran 5,4 hingga 5,7 persen, dengan dukungan konsumsi domestik, investasi, dan program strategis seperti biodiesel B50.

Sub Judul: Prospek Rupiah ke Depan
Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi dinamika global, terutama perkembangan konflik di Timur Tengah dan kebijakan moneter AS. Stabilitas nilai tukar akan sangat bergantung pada kondisi eksternal serta daya tahan fundamental ekonomi domestik.