Mataram – Kehadiran Jasa Raharja di tengah duka menjadi bukti nyata komitmen negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Di saat keluarga korban masih diselimuti kesedihan akibat kehilangan orang tercinta karena kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja hadir tidak hanya sebagai pemberi santunan, tetapi juga sebagai bentuk empati dan kepedulian yang tulus.
Melalui pendekatan jemput bola, petugas Jasa Raharja Kanwil NTB, Linda Rahmawati secara aktif mendatangi langsung rumah duka untuk memastikan hak santunan dapat diterima oleh ahli waris dengan cepat dan tepat. Langkah ini dilakukan agar keluarga korban tidak perlu repot mengurus administrasi di tengah kondisi emosional yang berat. Kehadiran petugas di lokasi menjadi bentuk pelayanan yang humanis dan responsif.
Dalam setiap kunjungan, petugas Jasa Raharja tidak hanya menyerahkan santunan, tetapi juga memberikan penjelasan terkait hak-hak korban serta proses administrasi yang telah disederhanakan. Dengan demikian, keluarga korban dapat memahami bahwa negara hadir dan memberikan jaminan perlindungan atas risiko kecelakaan lalu lintas yang terjadi.
Santunan yang diberikan merupakan bentuk tanggung jawab negara kepada masyarakat, khususnya bagi korban kecelakaan lalu lintas yang telah meninggal dunia. Proses penyerahan santunan dilakukan dengan cepat berkat sinergi yang baik antara Jasa Raharja dengan pihak kepolisian, rumah sakit, serta instansi terkait lainnya dalam hal pengumpulan data korban.
Di tengah suasana duka, kehadiran Jasa Raharja diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, baik dari sisi finansial maupun moral. Sentuhan empati yang diberikan oleh petugas menjadi nilai lebih, karena tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pada sisi kemanusiaan.
Upaya jemput bola ini juga menjadi bagian dari komitmen Jasa Raharja dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan mengedepankan prinsip cepat, tepat, dan transparan, Jasa Raharja terus berupaya memberikan pelayanan terbaik sebagai wujud tanggung jawab sosial kepada publik.
Melalui langkah ini, Jasa Raharja menegaskan bahwa di balik setiap musibah, negara tidak tinggal diam. Hadirnya Jasa Raharja di tengah duka menjadi simbol bahwa perlindungan dan kepedulian terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas, terutama bagi mereka yang terdampak musibah kecelakaan lalu lintas.
