Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi demokrasi Indonesia saat ini. Hal tersebut disampaikan Megawati dalam pengarahan kepada kader pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 sekaligus pelaksanaan Rakernas I PDIP, Sabtu, 10 Januari 2026.
Politikus muda PDIP, Saiful Mujab, mengungkapkan bahwa Megawati mengibaratkan dinamika demokrasi di Indonesia seperti gerakan senam poco-poco yang didominasi langkah maju dan mundur.
“Meskipun nanti sikap partai secara resmi akan disampaikan dalam penutupan Rakernas hari Senin besok, tapi Bu Mega sudah memberikan hint sedikit: ‘Kok demokrasi kita tuh kayak senam poco-poco ya?’,” ujar Mujab dalam jumpa pers Rakernas hari kedua, Minggu, 11 Januari 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Mujab untuk merespons pertanyaan awak media terkait sikap PDI Perjuangan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak langsung melalui DPRD. Menurut Mujab, sikap resmi partai akan diumumkan pada penutupan Rakernas.
Ia menyebutkan bahwa sejumlah elite PDI Perjuangan telah secara tegas menolak wacana pilkada tidak langsung. Menurutnya, perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah tidak serta-merta menyelesaikan persoalan politik uang.
“PDI Perjuangan yakin persoalan politik uang itu tidak harus dengan mengamputasi hak rakyat untuk memilih,” kata Mujab.
Mujab menegaskan, Megawati memandang demokrasi seharusnya selalu bergerak maju, bukan berjalan di tempat apalagi mundur. Karena itu, perumpamaan senam poco-poco menjadi kritik simbolik atas kondisi demokrasi saat ini.
“Bagi Bu Mega dan PDI Perjuangan, yang namanya demokrasi itu harus maju ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mujab mengatakan Rakernas I PDIP akan menjadi momentum untuk mengkaji secara mendalam berbagai usulan terkait sistem pilkada. Namun pada prinsipnya, PDI Perjuangan menilai demokrasi harus tetap mengedepankan kedaulatan rakyat dan aspirasi masyarakat.
“Sehingga kami melihat sekarang ini sebagai momen untuk mengkaji kembali apakah pilkada ini harus langsung atau tidak langsung. Sikap resminya akan disampaikan pada penutupan Rakernas besok,” pungkas Mujab.
Dikutip dari cnnindonesia.com
