Konsultan komunikasi Muhammad Lauda menyoroti pentingnya peran media dalam isu iklim sebagai kunci membangun kepedulian publik terhadap krisis lingkungan. Menurutnya, media memiliki kekuatan besar dalam menentukan arah perhatian masyarakat melalui teori agenda setting, yaitu kemampuan media untuk menetapkan isu yang harus menjadi sorotan utama publik.
Dalam program Early Warning System Pro3 RRI, Jumat (7/11/2025), Lauda menegaskan bahwa pemberitaan lingkungan hidup tidak boleh bersifat sesaat. Edukasi jurnalis menjadi langkah strategis agar liputan mengenai perubahan iklim terus berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Sejak 1990, isu iklim selalu relevan. Media perlu sadar bahwa mengangkat isu ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial,” ujar Lauda.
Ia juga menambahkan bahwa mobilisasi aksi publik akan lebih efektif jika terhubung dengan kampanye internasional yang mampu meningkatkan kesadaran kolektif. Menurutnya, menjadi pahlawan di era krisis iklim bukan lagi soal keberanian fisik, melainkan tentang kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
“Kepahlawanan hari ini identik dengan kepedulian. Aksi sekecil apa pun punya dampak jika dilakukan bersama,” tutupnya.
Lauda menegaskan bahwa krisis iklim bukan isu jauh atau abstrak, tetapi nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia mengajak media dan masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian demi menjaga masa depan bumi. Dikutip dari RRI.co.id
