Tanah longsor kembali terjadi di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Rabu malam, 4 Februari 2026. Longsor yang dipicu cuaca ekstrem tersebut menyebabkan jalan utama desa tertutup material tanah dan batu, sehingga akses transportasi warga sempat terputus.
Petinggi Desa Tempur, Mariyono, mengatakan terdapat empat titik lokasi longsor yang berdampak langsung pada jalur utama desa. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas dan hanya sepeda motor yang bisa melewati jalur tersebut secara darurat.
“Longsor susulan terjadi tadi malam sekitar jam 11 malam. Menutup jalan utama membuat mobil tidak bisa melintas, hanya darurat untuk sepeda motor,” kata Mariyono di Jepara, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia menjelaskan, empat titik longsor tersebut berada di jalur utama sekitar area persawahan Mbah Leki, kemudian longsor yang menimpa rumah Adi Khilmawan di RT 5 RW 3 Dukuh Petung, Desa Tempur, serta longsor di jalan utama menuju Dukuh Kemiren.
Selain itu, longsor juga terjadi di jalan utama menuju Dukuh Duplak yang mengakibatkan akses jalan terputus total dan tidak dapat dilalui kendaraan.
“Ketinggian longsor membawa material tanah dan batu mencapai 10 meter dengan lebar sekitar 12 meter. Longsor pagi hari sekitar jam 7 di arah Tempur–Duplak memiliki tinggi sekitar 15 meter dan lebar 20 meter, menutup ruas jalan sepenuhnya,” ungkap Mariyono.
Saat ini, pemerintah desa bersama warga dan relawan bergotong royong melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor agar akses jalan dapat kembali digunakan oleh masyarakat.
Dikutip dari metrotvnews.com
