Kementerian Agama mendorong Nusantara Palestina Center (NPC) untuk memperluas manfaat zakat bagi masyarakat setelah resmi dikukuhkan sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas). Pengukuhan tersebut diharapkan dapat memperkuat penyaluran bantuan kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun untuk masyarakat Palestina.
Grand launching Laznas NPC digelar di Jakarta dan dihadiri sekitar 300 undangan yang terdiri atas unsur pemerintah, tokoh agama, serta mitra lembaga filantropi. Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Agama menekankan pentingnya pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariat.
Kementerian Agama berharap Laznas NPC mampu menyelenggarakan pengelolaan dana umat secara amanah serta sejalan dengan program pemberdayaan nasional. Dengan status sebagai Laznas, NPC diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik dan memperluas jangkauan program sosial kemasyarakatan.
Ketua Dewan Pembina NPC, Abdillah Onim, menyatakan bahwa pengukuhan sebagai Laznas menjadi komitmen bagi pihaknya untuk memperkuat program pendidikan, kesehatan, serta bantuan kemanusiaan. Menurutnya, NPC akan mengintegrasikan program bantuan untuk Palestina dengan pemberdayaan masyarakat di Indonesia agar dana zakat, infak, dan sedekah dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
Ia menjelaskan bahwa di Palestina, NPC telah menjalankan berbagai program kemanusiaan, meskipun sejumlah fasilitas yang dibangun mengalami kerusakan akibat konflik. Program-program tersebut meliputi pembangunan pabrik air minum, taman kanak-kanak, hingga klinik kesehatan yang ditujukan untuk membantu masyarakat Palestina.
Ke depan, Laznas NPC berencana memperkuat sistem pengelolaan dan pengawasan program agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, baik di dalam negeri maupun di wilayah konflik, sesuai dengan prinsip kemanusiaan dan nilai-nilai keislaman.
Dikutip dari metrotvnews.com
